Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
2
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
6 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
3 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
6
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Soal Umroh, Wapres Minta WHO dan Saudi Dilobi

Soal Umroh, Wapres Minta WHO dan Saudi Dilobi
Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin dalam suatu kesempatan. (foto: dok. ist. setwapres)
Kamis, 22 April 2021 16:49 WIB
JAKARTA - Pemerintah Indonesia mendorong Pemerintah China dan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin untuk segera mendapatkan sertifikasi vaksin Sinovac dari WHO (World Health Organization), menyusul terkendalanya pemberangkatan jamaah umrah Indonesia.

Selain itu, Menkes RI, Budi dan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, juga diminta untuk ikut melobi Pemerintah Arab Saudi agar jamaah umrah dari Indonesia yang sudah divaksin Sinovac bisa melaksanakan ibadah itu.

Diketahui, Pemerintah Arab Saudi hanya menerima jamaah umrah yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 yang sesuai daftar penggunaan darurat atau EUL (emergency use listing) dari WHO. Dan vaksin dari China, Sinovac yang digunakan di Indonesia, ternyata baru dalam proses daftar di WHO.

"Bagaimana supaya sebisa mungkin yang namanya Vaksin Sinovac itu diperbolehkan. Itu yang diminta Wapres supaya dilobi ke Pemerintah Arab Saudi," kata Masduki Baidlowi, Jurubicara Wakil Presiden RI, Maruf Amin sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari antaranews.com, Kamis (22/4/2021).

Berdasarkan daftar EUL/PQ (prequalification) di laman resmi WHO, Sinovac dijadwalkan mendapat izin penggunaan darurat pada awal Mei 2021. Tapi penggunaan vaksin ini di Indonesia sudah dimulai sejak 13 Januari 2021.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Balai Kota, Kampus
wwwwww