Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
13 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
10 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
10 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Home  /  Berita  /  Hukum

Soal 'Mindset' Pancasila dalam Pendidikan, Hetifah Tekankan Pentingnya Membangun 'Guru Pancasila'

Soal Mindset Pancasila dalam Pendidikan, Hetifah Tekankan Pentingnya Membangun Guru Pancasila
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian saat memimpin rapat terkait PJP Nasional, Rabu (27/1/2021). (foto: ist.)
Jum'at, 29 Januari 2021 15:21 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengatakan, model pendidikan berbasis kearifan lokal seperti madrasah dan pesantren harus terakomodasi dalam Peta Jalan Pendidikan (PJP) Nasional serta Pendidikan Pancasila dan Karakter.

"Model pendidikan seperti madrasah dan pesantren telah terbukti selama berabad-abad dapat mencetak SDM (sumber daya manusia) unggul dan berkarakter luhur. Mari kita kawal agar model pendidikan seperti ini dapat ditingkatkan kualitasnya melalui strategi-strategi dalam PJP. 'PR' kita adalah bagaimana model pendidikan ini dapat terus relevan dan update sesuai perkembangan zaman," kata Hetifah kepada GoNews.co, Jumat (29/1/2021).

Hetifah melanjutkan, dalam pembentukan karakter 'Pelajar Pancasila' PJP juga dapat memuat strategi bagaimana membangun karakter 'Guru Pancasila'.

"Karena sulit sekali menanamkan karakteristik Pelajar Pancasila dengan kurikulum yang bagaimanapun jika gurunya belum memiliki mindset yang sama," kata Hetifah.

Sebelumnya, Komisi X DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Paud Dikmen, Dirjen Kebudayaan, Dirjen Balitbang), Kementerian Agama (Dirjen Pendidikan Agama Islam), BAPPENAS (Direktur Agama, Pendidikan, dan Budaya), serta Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, KamisĀ  (28/1/2021).

Rapat tersebut dilaksanakan guna menggali masukan terkait Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035 terkait RI Sektor Pendidikan Dasar Menengah dan Agama serta Pendidikan Pancasila dan Karakter.

Pihak-pihak yang hadir menyampaikan pentingnya pendidikan agama serta Pancasila dan karakter untuk dicantumkan dalam penyempurnaan Peta Jalan Pendidikan (PJP) Nasional.

Amich Alhumami selaku Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan Bappenas, menyatakan bahwa pendidikan merupakan instrumen penting dalam pemajuan kebudayaan.

"Pendidikan merupakan strategi kebudayaan untuk membangun karakter dan meneguhkan jati diri bangsa, serta memperkuat identitas nasional," ujarnya.

Ia mencontohkan madrasah dan pesantren sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan yang berakar kuat dalam masyarakat Indonesia, dan telah menciptakan lulusan-lulusan yang berkarakter luhur.

Senada dengan Amich, Ali Ramdani selaku Dirjen Pendidikan Islam Kemenag menyampaikan berbagai program penguatan madrasah yang telah dilakukan oleh pemerintah.

"Kami melalui program 'Realizing Education's Promise, Madrasah Education Quality Reform yang didukung oleh Bank Dunia, berkomitmen melakukan investasi penguatan sistem Madrasah. Antara lain dengan sistem perencanaaan dan penganggaran berbasis kinerja, sistem penilaian hasil belajar dan asesmen kompetensi siswa, pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah, serta sistem pendataan Pendidikan," jelasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kampus, Balai Kota, Hukum
wwwwww