Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
14 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
10 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
10 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Home  /  Berita  /  Binawidya

Ketua DPD RI: Kabupaten Agam Sumbar Layak Jadi Sentra Tanaman Biofarmaka

Ketua DPD RI: Kabupaten Agam Sumbar Layak Jadi Sentra Tanaman Biofarmaka
Ketua DPD RI, LaNyalla M Mattalitti saat berkunjung ke Sumbar. (Foto: Istimewa)
Kamis, 21 Januari 2021 15:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sebagai negara tropis, Indonesia diuntungkan dengan lahan yang subur. Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berharap keunggulan ini bisa dimanfaatkan daerah untuk mengembangan tanaman lokal.

Ia mencontohkan Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, yang dinilai layak menjadi sentra tanaman biofarmaka (tanaman yang bermanfaat untuk obat-obatan, kosmetik dan kesehatan).

Menurutnya, hal ini dimungkinkan lantaran kualitas tanaman apotek hidup yang dimiliki Agam sangat baik, seperti jahe, laos, kencur, kunyit, mahkota dewa, kapulaga dan rempah lainnya.

“Indonesia adalah negara tropis yang mendapatkan curah hujan cukup dan sinar matahari yang sangat baik. Hal ini yang membuat Indonesia menjadi subur. Keunggulan ini harus dimanfaatkan daerah dengan memperkuat atau mengembangkan tanam khas, baik tanaman pangan, tanaman hias, atau seperti Kabupaten Agam yang bisa mengembangkan biofarmaka," katanya, Kamis (21/1/2021).

Oleh karena itu, LaNyalla memberikan apresiasi terhadap langkah Dinas Pertanian Kabupaten Agam yang akan menjadikan daerahnya sebagai sentra tanaman jahe.

"Ini keputusan yang tepat. Karena saat ini tanaman jahe dibutuhkan. Selama pandemi Covid-19, komoditas jahe sangat diburu konsumen. Bahkan karena tingginya demand, harga jahe juga terkatrol naik. Buat pedagang, hal ini tentu menguntungkan," tuturnya.

"Potensi pertanian yang kita miliki sangat besar, dan langkah tepat apabila produksi tanaman ini bisa digenjot dengan maksimal. Bahkan produksi tanaman jahe dapat dijadikan program nasional, mengingat tanaman ini bisa tumbuh di banyak daerah lain seperti di Jawa dan Sumatera," paparnya.

Selain itu, alumnus Universitas Brawijaya Malang ini menilai produktivitas jahe bisa digenjot untuk memenuhi kebutuhan pasar global.

"Permintaan negara-negara tetangga pun sangat tinggi, jadi kita punya peluang menjadi eksportir tanaman biofarmaka. Salah satunya jahe. Peluang-peluang seperti ini harus bisa dimanfaatkan dengan jeli. Karena hasilnya sangat bermanfaat buat kita," katanya.***

wwwwww