Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
7 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
4 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Home  /  Berita  /  GoNews Group

4 Sektor Industri Nasional yang bisa Bertahan di Tengah Pandemi

4 Sektor Industri Nasional yang bisa Bertahan di Tengah Pandemi
Presiden Jokowi dalam suatu kesempatan. (foto: dok. ist.)
Kamis, 21 Januari 2021 11:51 WIB
JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi menyebut 4 sektor industri yang akan bertahan di tengah gempuran pandemi Covid-19.

"Pertanian, farmasi, teknologi, dan jasa keuangan," kata Jokowi dalam suatu acara virtual, Kamis (21/1/2021).

Untuk sektor farmasi, kata Jokowi, mungkin hampir 80-85 persen Indonesia masih melakukan impor.

Di sektor teknologi, Jokowi berharap, peluang untuk tak bergantung pada impor bisa dimanfaatkan.

"Saya kira ke depan kita memiliki kesempatan besar dalam membangun industri hulu sampai hilir untuk mobil listrik, lewat lithium baterai yang nikelnya kita memiliki. Ini saya kira peluang seperti ini harus kita lihat, harus didorong agar segera bisa kita laksanakan dan beri kontribusi yang besar bagi negara," kata Presiden.

Lalu, di sektor pertanian, Indonesia masih harus mengimpor dalam jumlah besar sejumlah komoditas seperti gula, kedelai, jagung, dan bawang putih. Presiden mendorong, kemampuan produksi di dalam negeri harus dibenahi baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

"Bawang putih yang dulu tak impor karena di NTT, Wonosobo, Temanggung dulunya tanam bawang putih sekarang tidak, karena kalah bersaing, ini juga harus dibenahi," ujarnya dalam lansiran antaranews.com.

Karenanya, guna meningkatkan kapasitas produksi pangan dalam negeri, Jokowi mengajak para CEO untu bisa merancang kolaborasi kerjasama antara yang besar dengan para petani. "Sehingga komoditi-komoditi yang tadi saya sampaikan itu bisa kita selesaikan,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota, Kampus, GoNews Group
wwwwww