Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
13 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
10 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
9 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Yonex Thailand Terbuka 2021

Taklukkan Pasangan Inggris, Leo/Daniel Ingin Merajut Mimpi Besar

Taklukkan Pasangan Inggris, Leo/Daniel Ingin Merajut Mimpi Besar
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. (Ist)
Jum'at, 15 Januari 2021 19:28 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kejutan datang dari ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang merebut tiket semifinal turnamen bulutangkis Yonex Thailand Terbuka 2021 mengalahkan wakil Inggris, Marcus Ellis/Chris Langride dengan rubber game, 12-21, 21-14, 21-15.

Pada permainan melawan pasangan peraih perunggu Olimpiade Rio de Janeiro 2016, gim pertama meski selisih skor cukup jauh, Leo/Daniel menunjukkan kegigihan bermainnya pada gim kedua dan ketiga, dalam pertandingan yang berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Jumat (15/1) tersebut.

Padahal awalnya berangkat ke Bangkok pun, nasib Leo/Daniel belum tentu main. Ternyata, fakta berkata lain. Mundurnya banyak pemain China dan Jepang memberi kesempatan untuk pasangan muda Indonesia ini tampil dalam turnamen pembuka setelah vakum akibat pademi Covid-19 sejak Maret tahun silam.

"Kami tidak pernah membayangkan kami bisa melangkah sejauh ini," ungkap Daniel.

"Saya tidak ingin bermimpi besar di sini. Karena jika impian itu tidak terjadi, saya akan sangat kecewa. Jadi saya hanya mengambil selangkah demi selangkah. Yang pasti senang dikasih sampai bisa semifinal gini," tambah Leo.

Pada babak pertama, Leo/Daniel mengalahkan rekannya M. Shohibul Fikri/Bagas Maulana, 15-21, 29-27, 21-13. Lalu pada babak kedua menyingkirkan seniornya Fajar Alfian/M. Rian Ardianto, 16-21, 21-17, 22-20.

Dengan kemenangan tersebut, pasangan Juara Dunia Junior 2019 ini ingin merajut mimpi yang lebih besar lagi. Tidak hanya mengejutkan, mereka pun ingin menjadi juara.

Selanjutnya di babak semifinal, Leo/Daniel akan berhadapan dengan peraih perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Goh V. Shem/Tan Wee Kiong asal Malaysia.

Sementara pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti lolos melaju ke semifinal, setelah menumbangkan pasangan Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Bøje, dengan skor 21-19, 22-20. Meskipun lolos, penampilan unggulan kedua ini belum maksimal.

Sempat tertinggal 0-2 di awal, Praveen/Melati bisa mengungguli skor 8-3 pada menit ketiga. Meski sempat dikejar kembali, gim pertama berakhir 15 menit dengan skor 21-19.

Mathias/Bøje memang bukan lawan yang mudah. Terbukti pada babak 16 besar mereka berhasil mengalahkan unggulan ketujuh asal Inggris, Marcus Ellis/Lauren Smith, 21-18, 21-18. Wakil Denmark ini lebih banyak bermain bola pendek, hal ini pun diakui oleh Melati.

"Di interval gim pertama dan kedua kami agak lengah dan tanpa sadar mengubah pola main. Kami banyak ambil poin dari depan, setelah unggul malah jadi main bola panjang jadi enak untuk lawan. Selain itu kita masih banyak mati-mati sendiri," ujar Melati, pemain berusia 26 tahun itu.

Melati menyadari pada permainan kali ini aksinya kurang maksimal. "Kami masih sering melakukan kesalahan sendiri, masih ceroboh intinya. Untuk besok harus lebih siap dan lebih fokus siapapun lawannya," tambah Melati.

Pada semifinal turnamen berhadiah 1 juta dolar AS ini, Praveen/Melati akan berhadapan dengan pasangan Prancis Thom Gicquel/Delphine Delrue. Ini merupakan pertemuan kedua setelah Praveen/Melati pernah dikalahkan di Daihatsu Indonesia Master 2020 dengan rubber game, 19-21, 21-14, 18-21.

"Untuk bisa menang hari ini, kami menjaga komunikasi dan fokus di lapangan. Tentunya kami sangat senang. Kami akan mempersiapkan diri untuk besok dan kami tahu bahwa kami menghadapi lawan yang tangguh di semifinal," ungkap Praveen.

Pada sektor tunggal putra, satu wakil Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting berhasil maju ke babak semifinal setelah mengalahkan Rasmus Gemke asal Denmark dengan skor 21-14, 19-21, 21-5. ***

wwwwww