Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
17 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
20 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
17 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Ada Pasien Meninggal dan Sengaja Dinyatakan Covid-19, Kata Gubernur Bali

Ada Pasien Meninggal dan Sengaja Dinyatakan Covid-19, Kata Gubernur Bali
Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sebuah kesempatan di Bali. (gambar: ist/tangkapan layar video cnnindonesia).
Kamis, 07 Januari 2021 06:46 WIB

DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster mengungkapkan, ada pasien rumah sakit yang kemudian meninggal dunia dan dinyatakan terinfeksi Covid-19.

Pasien, kata Wayan dalam siaran CNNIndonesiayang diikutip Kamis (7/1/2021), awalnya tak terindikasi Covid-19 saat masuk rumah sakit, tetapi ketika meninggal dilakukan tes swab oleh pihak rumah sakit dan tiba-tiba dinyatakan positif Covid-19.

Namun Koster mengaku, tidak akan memberi sanksi kepada pihak yang sengaja menyatakan pasien positif. Pasalnya, peristiwa itu sudah lama terjadi dan pasien juga telah dikebumikan.

Kabar serupa juga pernah ramai jadi perbincangan pada tahun 2020. Saat itu, kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, juga angkat bicara. Ia berharap agar definisi 'meninggal dunia karena Covid-19' tidak dijadikan jalan untuk mencari keuntungan semata.

"Ini sudah terjadi di semua wilayah. Ada orang diperkirakan Covid terus meninggal, padahal hasil tes belum keluar. Setelah hasilnya keluar, ternyata negatif. Ini kan kasihan, ini contoh-contoh agar kita harus bisa diperbaiki," katanya usai rakor penanganan Covid-19 di Pemprov Jateng, Semarang, Rabu (1/10/2020) lalu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kesehatan, Kampus, Parlemen, Balai Kota
wwwwww