Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
15 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
12 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
12 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Parlemen

Gus Jazil Dorong Kemandirian Santri lewat Pertanian Porang

Gus Jazil Dorong Kemandirian Santri lewat Pertanian Porang
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid saat menanam porang di Kompleks Pondok Pesantren Al - Urwatul Wutsqo, Bulurejo, Diwek, Jombang, Sabtu (28/11/2020).
Minggu, 29 November 2020 09:35 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JOMBANG - Potensi pertanian porang memiliki prospek yang cukup bagus, terutama untuk pasar ekspor. Saat ini, budidaya porang berkembang dengan cukup bagus.

Wakil Ketua MPR jazilul Fawaid mengatakan, selama ini masyarakat lebih banyak membudidayakan pertanian seperti jagung ataupun kadang. Saat ini, porang memiliki nilai jual yang sangat bagus, terutama untuk kebutuhan ekspor.

"Hari ini kita mulai menanam, dan ini dibina langsung oleh pesantren. Porang ini sesuatu yang baru, dulu belum ada, tapi pangsa pasar luar biasa besar di ekspor. Kalau hari ini kita baru menanam, setelah ini bisa memproduksi hasil budidaya porang untuk mengembangkan pemberdayaan masyarakat, khususnya di kalangan pesantren," ujarnya di sela penanaman porang di Kompleks Pondok Pesantren Al - Urwatul Wutsqo, Bulurejo, Diwek, Jombang, Sabtu (28/11/2020).

Gus Jazil yang juga menjadi Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Petani dan Pengusaha Porang Nusantara (Hippora) menambahkan, melalui budidaya porang, diharapkan kalangan santri termasuk para petani bisa lebih mandiri dan sejahtera. "Ini perlu untuk dikawal pasarnya, termasuk pengolahan pascapanen. jadi tidak hanya sekadar tanam saja sehingga petani bisa makmur," tuturnya.

Sementara itu, ketua DPP Hippora Abdul Halim Alhasy mengatakan, sebagai komoditi baru pertanian, budidaya porang perlu untuk terus disosialisasikan ke masyarakat. Sebab, diakuinya masih banyak yang belum paham mengenai manfaat, kegunaan dan nilai jual tanaman porang. "Kami tidak hanya mensosialisasikan, melainkan kami juga menyediakan dan membantu pemasarannya juga," ujarnya.

Pihaknya juga sudah mengkoordinasikan dengan Kementerian Pertanian mengenai tanaman ini. "Alhamdulillah, pada 2021 Kementerian Pertanian sudah merespon tentang tanaman ini," jelasnya.

Dikatakan porang memiliki masa depan yang cukup prospektif karena kebutuhan pasar ekspor yang sangat luas. Tidak hanya biji porang, namun potensi di bidang pembibitan juga sangat luas mengingat permintaan masyarakat yang sangat tinggi.***

wwwwww