Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
16 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
20 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
16 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Mengisi Kemerdekaan di Era Serba Digital, Gus Jazil: Generasi Milenial Tak Perlu Senjata, Cukup dengan Jempol

Mengisi Kemerdekaan di Era Serba Digital, Gus Jazil: Generasi Milenial Tak Perlu Senjata, Cukup dengan Jempol
Senin, 17 Agustus 2020 20:38 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Di sela-sela kesibukan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75, 17 Agustus 2020, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menjadi narasumber webinar yang digelar oleh OSIS SMA Global Islamic School, Condet, Jakarta Timur.

Dalam webinar yang bertema, 'Peran Pemuda Islam dalam Perjuangan Kemerdekaan' itu, Jazilul Fawaid tidak sendiri, Ia bersama dengan Kepala Sekolah Global Islamic School Firdaus Nur Farid, Pembina OSIS Iqbal, akademisi Prof. Darwis Hude, dan Ketua OSIS Zaki Dasopang.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, tugas generasi muda sekarang mengisi kemerdekaan, bukan lagi mengangkat senjata atau melakukan diplomasi politik kebangsaan seperti yang dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan pada masa sebelum merdeka.

"Berjuang sekarang adalah memberi ide, gagasan, dan tindakan nyata untuk mengisi kemerdekaan agar bangsa ini makmur seperti yang di cita-citakan oleh para pahlawan," tegasnya.

"Ayo kita lanjutkan perjuangan para pahlawan untuk membangun bangsa dan negara," timpalnya.

Dalam era di mana kemajuan teknologi informasi demikian maju dan pesat, cara mengisi kemerdekaan menurut pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Ia berharap, generasi milenial mampu menguasai teknologi informasi. "Saat ini kaum milenial hanya butuh dua jempol untuk mengisi kemerdekaan," ungkapnya.

Hal demikian bisa terjadi sebab sekarang era digital. Dalam era seperti itu, generasi milenial yang memiliki keahlian dalam bidang ekonomi, pertanian, dakwah, politik, maupun yang lainnya, dengan aplikasi teknologi yang ada, cukup hanya dengan menggunakan dua jempolnya, bisa menunjukan kreasi dan tindakan nyata untuk mengisi kemerdekaan.

 Meski demikian dalam era di mana teknologi informasi yang demikian maju dan pesat, pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu mengingatkan, agar generasi milenial bisa mengendalikan diri.

"Jika tidak, generasi milenial akan dicekoki informasi dan hiburan yang tak mendidik,” ujarnya.

Gus Jazil mencontohkan, anak muda sekarang lebih suka main game atau menonton drama Korea (drakor) daripada mendengar musik religi atau ayat-ayat suci Al Quran. "Tak heran jika anak muda saat ini lebih kenal Le Min Ho daripada Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro, dan pahlawan nasional lainnya," ungkapnya.

Hal demikian menurut Gus Jazil, merupakan dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi.

Dalam webinar, Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu juga mengingatkan generasi milenial untuk peduli dan waspada pandemi Covid-19. Ia mengajak anak-anak muda memberikan ide dan gagasan dalam penanggulangan pandemi. "Saya yakin anak-anak muda bisa sebab mempunyai kemampuan yang lebih," tuturnya.***

wwwwww