Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
16 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
12 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
12 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Wacana Pemerintah Beri Pensiunan Rp1 Miliar, Pimpinan MPR: Duitnya dari Mana?

Wacana Pemerintah Beri Pensiunan Rp1 Miliar, Pimpinan MPR: Duitnya dari Mana?
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan. (Dok. MPR)
Selasa, 18 Februari 2020 20:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wacana pemerintah yang akan memberikan pensiunan Aparata Sipil Negara (ASN) 1 miliar rupiah dipertanyakan banyak pihak.

Tak terkecuali Wakil Ketua MPR Syarief Hasan. Menurut politisi Demokrat ini, negara masih belum bisa memberikan uang sebanyak itu kepada ASN atau PNS yang ingin pensiun.

Ia justeru minta pemerintah mengkaji ulang hal tersebut. "Jangan sampai, ke depannya kebijakan itu menimbulkan hutang bagi negara. Sekarang saya tanya, itu uangnya darimana? Dari pinjaman? Debt rasio naik lagi," kata Syarief di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

"Sekarang aja udah mau 30 persen atau mau 31 persen. Minjem itu pakai yang produktif. Boleh boleh saja, prinsipnya boleh itu kan untuk kesejahteraan supaya maksudnya supaya pegawai pensiun bisa berusaha, ya kan. Itu juga meningkatkan ekonomi, tetapi persoalannya sekarang, untuk memberikan sebesar Rp1 miliar itu uangnya dari mana ya," timpalnya.

Ia juga mengaku tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Menteri PAN-RB menguslkan gagasan itu.

Namun demikian lanjut Syarief Hasan, Ia akan setuju, jika untuk kesejahteraan hanya menambah nilai pensiunnya saja.

"Tapi sekali lagi, angka 1 miliar, itu tidak realistis. Bagi saya bagus-bagus saja kan kewajiban kita untuk mensejahterakan rakyat ya kan. Tapi harus rasional berfikir, asal uangnya ada," tegasnya.

"Kalau mau pensiun ada kompensasi lebih besar, kita dukung lah gitu kan. Tapi harus realistis," pungkasnya.***

wwwwww