Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
19 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
19 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
23 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Seniman Dan Sastrawan Bakal Kumpul Di Kampung Gabahan Besok Malam, Ini Tujuannya

Seniman Dan Sastrawan Bakal Kumpul Di Kampung Gabahan Besok Malam, Ini Tujuannya
Gus Nuril. (net)
Kamis, 27 Oktober 2016 12:52 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Beragam musik Suluk Walisongo Gabahan, Lamkwan Boen Hian Tong, Barongsai dan Naga Elang Terbang dari Timur (ETdT), Rebana SD Negeri Miroto, Damar and Friend’s, dan BeatBox Community Semarang akan turut memeriahkan Seni Multikultural: Panggung Kampung Gabahan pada besok (Jumat, 28/10) malam di Klenteng See Hoo Kiong Gabahan, Jalan Sebandaran 1 No. 32, Kota Semarang.

Selain itu juga bakal ada pembacaan puisi oleh para sastrawan di antaranya Basa Basuki, Tri Budiyanto, Lukni An Nairi, Goenoeng Percussion, Cnythia Suwarti, Dewi Es Cao, dan Indri Yuswandari. Sebagai penutup akan ada orasi kebangsaan dan kebudayaan Gus Nuri Arifin dari Pondok Soko Tunggal, Romo Roni Nurharyanto, dan Yongki Tio.

Ketua Germo, Basa Basuki menjelaskan bahwa seni multikultural yang disajikan dalam rangka menanamkan pentingnya kebersamaan, persatuan, dan perbedaan. Melalui spirit kesenian berusaha untuk menumbuhkan pemahaman saling menghargai, serta berupaya melestarikan kearifan lokal dan beragam keunikan yang ada di kampung.

"Kampung Gabahan merupakan kampung bersejarah yang pernah menjadi pusat pemerintahan pada tahun 1659. Namun seiring perkembangan dan tekanan pembangunan, banyak kampung yang hilang yang akhirnya memunculkan permasalahan baru seperti kemiskinan dan pemukiman kumuh di tengah kota," lanjutnya seperti rilis yang diterima redaksi GoNews.co, Kamis (27/10/2016) siang.

Basa menambahkan, Germo berusaha untuk turut andil dalam menyikapi permasalahan tersebut, salah satunya melalui seni multikultural dan memberikan semangat kepemudaan. Terlebih acara ini bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh tiap tanggal 28 Oktober.

Hadir dalam seni multikultural ini dari elemen lintas agama, budayawan, musik, sastra maupun kesenian lainnya. ***

wwwwww