Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
13 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
17 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
5
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
13 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pembukaan Hardiknas di Bireuen Diwarnai Protes tak Ada Kue

Pembukaan Hardiknas di Bireuen Diwarnai Protes tak Ada Kue
Siswa tuna wicara dan tuna rungu dari SDLB Kutablang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, simbol kesuksesan acara Hardiknas 2016 di Bireuen. Jumat (27/5/2016)
Jum'at, 27 Mei 2016 23:26 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Para tamu undangan yang berasal dari kalangan masyarakat, dibuat kesal oleh penyelenggara acara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2016 di Bireuen. Pasalnya acara besar yang dihadiri oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Hasanuddin Darjo, tidak menyediakan snack (makanan ringan) untuk undangan.

“Sudah hampir selesai acaranya, kami kok tidak kebagian snek (kue kotak-red), jadi untuk apa kami diundang,” celetuk sejumlah tamu undangan yang rata-rata dari masyarakat.

Selain tamu undangan, sejumlah awak media juga dibuat bingung dengan waktu penyelenggaraan acara. Pasalnya EO tidak mengkoordinasi jika rombongan Gubernur terlebih dahulu melakukan peninjauan ke stand pameran.

“Biasanya setiap acara dalam sebuah kegiatan, tentu di awali acara pembukaan, selanjutnya baru dilanjutkan menuju ke lokasi stand pameran. Ini sudah kebalikan,” kata sejumlah awak media di Bireuen.

Selain itu acara terkesan dadakan dan tidak terarah akibat ketidak profisionalnya pihak EO. Kendati demikian acara seremonial terbilang sukses karena penampilan siswa tuna wicara dan tuna rungu dari SDLB Kutablang, saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia serta baca puisi, selebihnya hanya sekedar tebar pesona dan foto selfie pejabat dari Provinsi.

wwwwww