Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
23 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
21 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
23 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
2 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  Kampus

Skenario DEN Amankan Devisa Negara, Dorong Kenaikan Wisman dan Remitansi Pekerja Migran Terampil

Skenario DEN Amankan Devisa Negara, Dorong Kenaikan Wisman dan Remitansi Pekerja Migran Terampil
Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Chatib Basri usai menghadap Presiden RI Prabowo Subianto bersama dengan jajaran DEN lainnya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)
Rabu, 10 Juni 2026 09:22 WIB

JAKARTA - Dewan Ekonomi Nasional menyusun sejumlah rekomendasi strategis untuk mempertebal benteng pertahanan eksternal Indonesia. Skenario ini disiapkan sebagai respons atas ketidakpastian pasar finansial global serta potensi pembengkakan biaya produksi di dalam negeri.

Usulan taktis tersebut diserahkan langsung kepada Presiden RI, Prabowo Subianto dalam pertemuan formal yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pemikir ekonomi makro bentukan pemerintah.

"Memang kita perlu waspada terhadap ketidakpastian ekonomi global. Dampak perang ini sepertinya lebih tinggi, lebih lama dari perkiraan kita. Kemudian ada faktor pelemahan rupiah," papar Anggota DEN, Firman Hidayat saat menjabarkan peta tantangan eksternal saat ini.

Akselerasi Arus Masuk Devisa dari Sektor Pariwisata

Salah satu rekomendasi utama yang disorongkan ke meja kepala negara adalah melakukan akselerasi pada sektor penghasil devisa instan, seperti kunjungan pelancong internasional dan optimalisasi dana kiriman pekerja migran.

DEN melihat ada ruang pertumbuhan besar pada dua sektor tersebut yang bisa dimanfaatkan dalam jangka pendek:

  • * Wisatawan Mancanegara: Memacu jumlah kunjungan wisman secara masif guna mendatangkan pasokan valuta asing secara langsung.
  • * Remitansi Pekerja Migran: Meningkatkan pengiriman dana dari tenaga kerja Indonesia di luar negeri yang memiliki keterampilan tinggi.

"Kalau kita bisa meningkatkan wisman lebih tinggi dalam waktu ke depan ini, ini tentu akan bisa membantu meningkatkan devisa kita," jelas Firman Hidayat.

Risiko Inflasi Impor Akibat Tekanan Nilai Tukar

Kebutuhan pasokan devisa baru menjadi sangat krusial mengingat pergerakan kurs mata uang domestik sedang berada dalam tekanan. Jika tidak diantisipasi, pelemahan mata uang ini berpotensi mengganggu stabilitas harga di pasar tradisional dan modern.

Anggota DEN, Chatib Basri menekankan pentingnya mendeteksi dini setiap pergeseran harga barang akibat pelemahan nilai tukar.

"Satu isu penting yang harus diperhatikan itu adalah kemungkinan mengenai risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat dari kelemahan rupiah," paparnya mengingatkan.

Menjaga Kredibilitas Tata Kelola Belanja Negara

Guna meredam kepanikan pasar, instansi penasihat ekonomi ini meminta jajaran kabinet menunjukkan komitmen nyata dalam tata kelola pengeluaran yang efisien. Pemangkasan pos belanja yang tidak produktif dinilai sanggup menenangkan pelaku usaha.

Langkah penataan anggaran tersebut juga direkomendasikan menyasar program berkategori besar agar pemanfaatan dana negara berjalan optimal.

"Termasuk juga untuk menumbuhkan masalah confidence, masalah trust kepada pemerintah. Salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran, termasuk salah satu di antaranya di dalam kaitan dengan MBG," terang Chatib Basri.

Fondasi Finansial Dalam Negeri Masih Terjaga

Di akhir keterangannya, komite ekonomi ini menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik berlebihan karena situasi internal perbankan dan dunia usaha nasional saat ini memiliki ketahanan yang jauh lebih matang dibandingkan periode krisis masa lalu.

Pertumbuhan ekonomi yang kokoh serta laju inflasi yang terukur menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk melewati dinamika geopolitik global yang sedang bergolak.

"Selain dari indikator-indikator makro seperti pertumbuhan yang masih tinggi, inflasi yang masih stabil, salah satu yang kami highlight adalah neraca korporasi yang dalam posisi yang sangat sehat," pungkas Firman Hidayat. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kampus
wwwwww