Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
3
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
4
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
5
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
5 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
6
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Home  /  Berita  /  Kampus

Dampak Berantai Harga Plastik Menggila Sektor UMKM Terancam Kehilangan Untung

Dampak Berantai Harga Plastik Menggila Sektor UMKM Terancam Kehilangan Untung
Ilustrasi (net)
Senin, 13 April 2026 16:13 WIB

JAKARTA - Guncangan rantai pasok bahan baku global yang memicu lonjakan harga plastik kini menghantam sektor industri dan masyarakat luas. Mahalnya ongkos kemasan tidak lagi sekadar wacana kelestarian lingkungan, melainkan telah bermetamorfosis menjadi ancaman nyata yang menekan daya beli dan stabilitas ekonomi riil.

Merespons krisis ketersediaan pasokan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut hambatan distribusi material dasar menjadi dalih utama melambungnya harga di pasaran. Sebagai siasat jangka panjang, pemerintah kini mulai menjajaki pemanfaatan rumput laut dan singkong untuk menggeser peran nafta dalam pembuatan barang pembungkus.

Hantaman dari aspek ekonomi ini turut diwaspadai oleh pengamat. Peneliti Center of Reform on Economics Indonesia Yusuf Rendy Manilet menggarisbawahi posisi vital plastik sebagai komponen penunjang utama bagi berbagai sektor manufaktur.

"Ketika pasokannya terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan di tingkat produsen, tetapi juga berpotensi menjalar hingga ke konsumen melalui kenaikan harga produk dan tekanan terhadap daya beli," urainya di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Efek berantai ini paling memukul sektor usaha kecil dan menengah. Membengkaknya modal untuk pengadaan kemasan berisiko menggerus margin keuntungan usaha. Jika penjual terpaksa menaikkan harga produk, pembeli otomatis akan menahan pengeluaran dan beralih mencari barang substitusi yang lebih ramah kantong.

Menghindari jurang kerugian akibat fluktuasi harga material, sejumlah pelaku bisnis memilih jalan efisiensi sumber daya. Direktur PT Biru Semesta Abadi Yantje Wongso menilai konsep penggunaan kembali (reuse) dan pengisian ulang (refill) adalah tameng paling rasional bagi perusahaan untuk terus bernapas.

"Ketika pasokan dan harga menjadi tidak pasti, sistem yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya akan menjadi keunggulan. Reuse dan refill bukan hanya alternatif, tapi bagian dari solusi jangka panjang," paparnya.

Langkah antisipasi tersebut sudah diterapkan perusahaannya melalui sistem distribusi air minum isi ulang yang mewajibkan konsumen membawa galon mandiri. Strategi ini diklaim ampuh menyelamatkan operasional dagang dari jeratan harga material baru buatan pabrik yang terus meroket.

"Dalam kondisi seperti sekarang, ketahanan sistem menjadi semakin penting. Kami sejak awal membangun model bisnis yang meminimalkan ketergantungan pada plastik baru, sehingga lebih adaptif terhadap perubahan di rantai pasok," jelasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Kampus
wwwwww