Blokade Pelabuhan Iran Picu Kepanikan Selat Hormuz Harga Minyak Global Meroket
![]() |
| Presiden Amerika Serikat Donald Trump |
JAKARTA - Lalu lintas pelayaran di jalur vital Selat Hormuz lumpuh total usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan blokade terhadap seluruh pelabuhan Iran. Keputusan sepihak ini memicu kepanikan rantai pasok global yang langsung mengerek harga minyak dunia melonjak tajam hingga delapan persen.
Kebijakan penutupan akses maritim tersebut mulai berlaku Senin (13/4/2026) pukul 21.00 WIB. Komando Pusat Amerika Serikat menjabarkan bahwa langkah pembatasan ini diterapkan secara menyeluruh bagi semua armada kapal dari berbagai negara yang mencoba merapat atau keluar dari wilayah pesisir Iran, mencakup kawasan Teluk Arab dan Teluk Oman.
"Pasukan Komando Pusat AS akan mulai menerapkan blokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran sesuai dengan proklamasi Presiden," terang perwakilan Komando Pusat Amerika Serikat dalam keterangan resminya.
Lembaga militer tersebut juga memastikan jalur kapal komersial yang tidak terafiliasi dengan negara bersangkutan tetap dijamin keamanannya.
"Pasukan tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dengan rute pelabuhan non-Iran," tambahnya.
Berdasarkan pantauan data intelijen maritim Lloyd's List di London, kapal-kapal pengangkut mulai memutar arah beramai-ramai meninggalkan Selat Hormuz. Imbasnya, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni melambung 7,76 persen menyentuh angka 102,59 dolar AS per barel. Sementara itu, harga minyak mentah WTI berjangka Mei terkerek 8,2 persen menjadi 104,51 dolar AS.
Ketegangan maritim ini meletus usai perundingan tatap muka antara Washington dan Teheran di Islamabad urung mencapai titik temu, Sabtu (11/4/2026). Upaya diplomasi di ibu kota Pakistan tersebut sejatinya dirancang untuk menyudahi konflik bersenjata yang telah berkecamuk sejak akhir Februari, di tengah masa gencatan senjata dua pekan. Kegagalan negosiasi membuat Washington menuding pihak Iran mengingkari komitmen awal untuk membuka kembali jalur perairan internasional.
Merespons gertakan penutupan pelabuhan, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menyindir dampak bumerang yang akan menghantam warga Amerika Serikat akibat melambungnya harga bahan bakar. Petinggi delegasi Iran dalam perundingan Islamabad tersebut memamerkan tangkapan layar peta harga bensin di sekitar Gedung Putih yang menembus kisaran 4,10 hingga 5,80 dolar AS per galon melalui platform X, Ahad (12/4/2026).
"Nikmati harga bensin saat ini. Dengan apa yang disebut blokade itu, tak lama lagi Anda akan merindukan harga bensin menjadi 4-5 dolar AS," sentilnya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | republika.co.id |
| Kategori | : | Kuliner |











