Gagasan Hendarsam Permudah Atlet Asing, Nirmalan Dewi Sebut Dukungan Luar Biasa
![]() |
| Dirjen Kemenimipas, Hendarsam Marantoko bersama Nirmala Dewi saat menyaksiskan IBL All-Star 2026. (DPP Perbasi) |
Penulis: Azhari Nasution
Gagasan yang dilontarkan Hendarsam saat menyaksikan IBL All Star 2026 di Bandung ini bertujuan memperlancar dan meningkatkan kualitas kompetisi olahraga di Indonesia yang banyak menggunakan pemain asing seperti halnya BRI Super League, Indonesian Basketball League (IBL) hingga Proliga.
Di musim ini saja tercatat, BRI Super League memperbolehkan klub mengontrak 11 pemain asing dengan tujuh orang dimainkan bersamaan dan sembilan dibawa ke pertandingan. Lalu, IBL di musim 2026 yang memperbolehkan setiap klub mengontrak tiga pemain asing dan klub Proliga yang boleh mengontrak dua pemain asing.
Saat menyaksikan IBL All-Star 2026 di Bandung Arena, Hendarsam melontarkan "angin segar bagi kemajuan dunia olahraga Indonesia. "Salah satu fungsi imigrasi adalah sebagai fasilitator, dan itu juga berlaku di bidang olahraga. Ketika saya baru menjabat, saya memiliki gagasan bahwa sektor olahraga harus diberikan kemudahan dalam proses administrasi," ujarnya.
Pelayanan khusus ini, kata Hendarsam, tidak hanya hanya untuk dunia olahraga, tetapi ada dua bidang lain yang juga mendapatkanhya yakni seni-budaya dan sains.
"Sebenarnya tidak hanya olahraga, ada tiga bidang yang ingin kami dorong dari sisi imigrasi. Ada olahraga, seni dan budaya (termasuk musik dan lain sebagainya) serta sains Ketiga bidang ini memiliki potensi besar untuk berkembang," jelasnya.
"Kami tidak ingin ketika atlet atau orang asing datang ke Indonesia, mereka mendapatkan kesan yang kurang baik. Sebagai penjaga pintu negara, kita harus menunjukkan wajah yang ramah namun tetap berwibawa," lanjutnya.
Kemudahan yang akan diberikan Ditjen Imigrasi untuk atlet yang main di Indonesia lewat tim khusus ini antara lain mereka tidak lagi perlu antre saat tiba di Bandara, kemudian ada proses pengurusan administrasi yang dipermudah melalui aplikasi.
"Kami akan membentuk tim khusus yang menangani sektor olahraga. Dengan begitu, para atlet tidak perlu mengalami kesulitan dalam proses administrasi. Contoh paling konkret, kami akan menyediakan jalur khusus (fast track) bagi para atlet, sehingga mereka tidak perlu mengantre. Selain itu, proses administrasi akan dipermudah melalui sistem aplikasi, sehingga mereka tidak perlu melalui pemeriksaan yang berulang atau antre seperti penumpang lainnya."
"Bagi seorang atlet, antrean panjang bisa mengganggu suasana hati (mood), dan itu tentu berdampak pada performa mereka. Padahal, mereka juga bisa menjadi duta bagi Indonesia. Jika mereka mendapatkan kesan yang baik sejak di pintu masuk negara, maka mereka akan menyampaikan bahwa imigrasi Indonesia itu mudah, ramah pengguna (user-friendly), namun tetap memiliki fungsi pengawasan."
Meski ada kemudahan bagi olahragawan, memastikan pengawasan Ditjen Imigrasi tidak akan kendor terhadap atlet asing yang bekerja di Indonesia. "Perlu diingat, ada dua pendekatan yang kami lakukan. Untuk atlet yang datang hanya untuk satu event (single entry), fungsi pengawasan tidak terlalu ketat. Namun, bagi mereka yang bekerja di Indonesia, pengawasan tetap dilakukan," ucap Hendarsam.
Tim khusus yang akan dibentuk untuk olahraga ini juga akan menangani event-event dunia yang digelar di Indonesia. Seperti diketahui Indonesia saat ini banyak dipercaya menggelar turnamen olahraga kelas dunia.
Seperti MotoGP Mandalika yang akan memasuki tahun kelima dan yang akan segera digelar pada 18 April mendatang, Clash of Legends dimana Ronaldo dan Alessandro Del Piero bakalan main di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
"Tim ini akan segera terbentuk. Sebenarnya sudah ada tim yang menangani hal ini, tetapi saya ingin membuatnya lebih spesifik dan fokus pada sektor olahraga. Karena kegiatan olahraga ini tidak pernah berhenti—selalu ada event setiap tahun. Dalam waktu dekat juga akan ada event karate, kemudian otomotif, dan lainnya," terangnya.
"Kami tidak ingin citra Indonesia kurang baik di mata internasional. Selain itu, kehadiran event olahraga internasional juga berdampak pada pergerakan ekonomi. Di sini, imigrasi juga berperan sebagai fasilitator ekonomi. Ketika atlet datang, ekonomi masyarakat ikut bergerak."
Disambut Baik DPP Perbasi
Gebrakan Dirjen Imigrasi ini disambut semringah oleh Sekjen DPP Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Nirmala Dewi. Dengan kemudahan ini, Perbasi sangat terbantu. Terlebih bakal banyak event bola basket internasional dilangsungkan di Indonesia.
Seperti diketahui Indonesia sudah mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah empat event basket internasional yakni FIBA U16 Women’s Asia Cup 2027 dan FIBA U17 Women’s World Cup 2028, serta FIBA U18 Asia Cup 2028 dan FIBA U19 World Cup 2029.
"Kita lihat sendiri, luar biasa sekali dukungan dari Pak Dirjen Imigrasi terhadap basket. Selama ini belum pernah ada dukungan sebesar ini, bahkan sampai beliau datang langsung untuk menonton. Jadi, tidak ada keraguan dari kami terhadap dukungan dari Pak Dirjen, dari kementerian, maupun dari teman-teman yang lain. Hal ini tentu mempermudah kami dalam melaksanakan event-event olahraga, khususnya di bidang basket," kata Nirmala. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Balai Kota, Binawidya |










