Target Medali Asian Games 2026, Perbati Siapkan Lima Petinju Rekomendasi Tim Review
![]() |
| Vicky Tahumil Jr. (Gonews.co Group) |
Penulis: Azhari Nasution
Selain keduanya, Indonesia juga pernah melahirkan petinju peraih medali perunggu pada Asian Games Bangkok 1970. Mereka adalah Ferry Moniaga, Idwan Anwar, Jootje Waney dan Rudy Siregar.
Tak terasa sudah memasuki waktu 32 tahun tepatnya 8 kali pelaksanaan Asian Games, petinju Indonesia belum mampu mengulang prestasi tersebut. Kini, Indonesi kembali tampil pada Asian Games Nagoya 2026 akan berlangsung 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang.
Cabang olahraga (cabor) tinju yang masuk dalam daftar 22 cabor prioritas unggulan Desan Besar Olahraga Nasional (DBON) dipastikan akan memperkuat Kontingen Indonesia.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati), Hengky Silatang menyebut Perbati telah menyiapkan lima petinju menuju Asian Games Nagoya 2026. Tidak hanya itu saja, kata Hengky, panggilan karibnya, Tim Review Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah memberikan persetujuan.

“Kami menyiapkan lima petinju yang sudah direkomendasi oleh Tim Review Kemenpora secara obyektif karena ada beberapa kreteria. Diantaranya peraih medali SEA Games. Jadi obyektif dan tidak bisa misalnya mau titip atlet ini dan itu. Karena itu kami dari Perbati pun menjawab kepercayaan ini dengan serius,” kata Hengky saat ditemui di HS Boxing Camp Ciseeng, Bogor, Sabtu (11/4/2026) kemarin.
Kelima petinju terdiri dari tiga putra dan dua putri yang merupakan peraih medali pada SEA Games Thailand 2025 tersebut telah digodok di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Yakni, Vicky Tahumil Junior (peraih emas kelas 51 kg putra), Asri Udin (perak kelas 60 kg putra), Maikhel Roberrd Muskita (perak kelas 80 kg putra), Nabila Maharani (kelas 54 kg putri), dan Huswatun Hasanah (kelas 63 kg putri).
Di Nagoya nanti, kata Hengky, Kemenpora menetapkan target medali. “Kami mendapat target menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia. Peluangnya? Hampir semua mestinya berpeluang meraih medali. Tapi yang paling ideal memang Mustika sama Uswatun,” ungkapnya.
Untuk saingan, Henky menyatakan, tetap negara-negara langgangan medali Asian Games. Terutama negara yang berakhiran tan seperti Uzbekistan, Tajikistan dan tidak bisa diabaikan tuan rumah, Jepang, Thailand dan Filipina.

Traning Camp di Uzbekistan
Untuk memenuhi target tersebut, jelas Hengky yang juga anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia, Vicky Tahumil Jr dan kawan-kawan akan dikirim ke Vietnam dan Uzbekistan yang merupakan raksasa tinju amatir di Asia menjalani Training Camp (TC) dan serangkaian latih tanding.
“Mereka selama sebulan di Vietnam, lalu bertolak ke Uzbekistan selama tiga bulan. Kita akan terus monitor dan evaluasi hasil latihan dan latih tanding. Yang pasti, mereka tidak akan pulang lagi ke Indonesia tetapi langsung bergabung dengan Kontingen Indonesia di Nagoya,” tegasnya.
“Mudah-mudahan mereka bisa memenuhi target apalagi di Uzbekistan mereka bisa sparring dengan juara-juara olimpiade. Perbati hadir kan untuk menciptakan generasi emas tinju amatir yang berprestasi di kancah internasional,” tambahnya.
Selama persiapan, mereka akan didampingi pelatih kepala Kamanit Narerak dari Thailand, pelatih Patrick Timbowo dari Sulut dan Mathias Mandiangan asal DKI Jakarta.
Selain petinju elit, kata Hengky, Perbati juga mempersiapkan 16 petinju muda berusia 19 hingga under 23 tahun sebagai regenerasi. Mereka akan diterjunpan pada Kejuaraan Asia Junior di Gedung Basket Senayan, Jakarta, 3-16 Juli 2026. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Binawidya |










