Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
23 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
3
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
23 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
4
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
5
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Home  /  Berita  /  Kampus

Harga Tiket Terbang ke Sumatera Kalahkan Malaysia Momen Mudik Dihantui Gejolak Harga

Harga Tiket Terbang ke Sumatera Kalahkan Malaysia Momen Mudik Dihantui Gejolak Harga
Ilustrasi (net)
Selasa, 10 Maret 2026 08:12 WIB

JAKARTA – Momen mudik Lebaran tahun ini kembali diwarnai keluhan masyarakat terkait melambungnya harga tiket pesawat domestik. Biaya perjalanan udara menuju sejumlah wilayah di Sumatera bahkan terpantau lebih menguras kantong dibandingkan penerbangan menuju negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

Kondisi timpang ini memaksa sebagian perantau memutar otak mencari siasat dengan memilih rute penerbangan transit melalui luar negeri demi mengamankan isi dompet.

"Dalam beberapa kasus, tiket ke luar negeri justru lebih murah dibandingkan penerbangan domestik ke sejumlah daerah di Indonesia," ungkap Peneliti Pusat Ekonomi Digital dan UKM Indef, Nur Komaria, Senin (9/3/2026).

Tingginya ongkos transportasi ini dikhawatirkan tidak hanya menjepit perantau, tetapi juga memukul mundur pergerakan pariwisata daerah. Nur menyoroti kebijakan batas atas dan bawah tarif penerbangan yang dinilai belum ampuh menyelesaikan persoalan yang selalu berulang setiap tahun. Ia mendesak pengaturan harga tiket dilakukan secara konsisten agar tetap kompetitif, bukan sekadar tambal sulam musiman.

Penderitaan masyarakat jelang hari raya tidak berhenti pada mahalnya ongkos pulang kampung. Lonjakan harga kebutuhan pokok turut menjadi ancaman serius yang siap menggerus uang tunjangan hari raya (THR).

"Momen Lebaran memang selalu meningkatkan konsumsi, terutama dari THR dan aktivitas mudik. Tetapi tantangannya adalah inflasi, khususnya dari bahan makanan dan energi," urai Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, Abdul Manap Pulungan.

Tekanan inflasi ini sejatinya sudah terasa sejak awal tahun, di mana pada bulan Februari angkanya menyentuh 4,76 persen akibat lonjakan harga bahan makanan. Situasi ini membuat tambahan penghasilan saat Ramadan tidak serta-merta mendongkrak daya beli.

"Tambahan THR sering kali hanya menjadi bantalan agar daya beli tidak turun lebih dalam akibat kenaikan harga," jelasnya.

Beban ekonomi dalam negeri makin berat menyusul gejolak geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Konflik di kawasan Teluk Persia yang merupakan jalur utama perdagangan energi dunia ini memicu ketakutan akan tersendatnya pasokan minyak global.

"Ketegangan geopolitik meningkatkan ketidakpastian pasar energi global. Jika pasokan terganggu, harga minyak bisa naik lebih tinggi," papar Peneliti Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan Indef, Afaqa Hudaya.

Lonjakan harga minyak mentah dunia menjadi alarm bahaya bagi Indonesia yang sangat bergantung pada impor energi. Kenaikan biaya impor dipastikan merembet pada terkereknya harga komoditas pangan esensial di pasaran, mulai dari beras, gula, hingga minyak goreng.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kampus, Warga Bertuah, Pasar & Niaga
wwwwww