Obsesi Cinta Ditolak Berujung Petaka Tersangka Kekerasan Fakultas Syariah Susun Skenario Kejahatan Secara Matang
![]() |
PEKANBARU - Lingkungan pendidikan tinggi yang seharusnya menjadi ruang aman bagi mahasiswa mendadak berubah menjadi saksi bisu kekerasan. Farradhilla Ayu Pramesti terpaksa harus mengubur sementara mimpinya menyelesaikan ujian munaqosah usai diserang teman satu angkatannya di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska Riau, Kamis (26/2/2026).
Mahasiswi asal Kabupaten Bintan tersebut diserang saat sedang menanti jadwal ujian akhir. Ia berupaya menyelamatkan diri melalui jendela dan menangkis agresi dari pelaku bernama Raihan Mufazzar. Beruntung, tragedi lebih buruk berhasil dicegah setelah petugas keamanan kampus bergerak cepat mengamankan pelaku yang kedapatan membawa senjata tajam.
Serangan ini bermula dari persoalan asmara yang tidak berbalas. Rasa sakit hati membuat pelaku memupuk dendam dan merencanakan niat jahatnya sejak berbulan-bulan lalu. Penegak hukum menilai tindakan ini sebagai bentuk kejahatan terencana yang didasari obsesi pribadi yang keliru.
"Pengakuan pelaku ada niat dari November 2025 untuk melakukan ini. Namun baru dilaksanakan kemarin," ungkap Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, Jumat (27/2/2026).
Pelaku kini ditahan secara terpisah di Polresta Pekanbaru untuk menjalani proses hukum. Hasil tes urine menunjukkan pemuda berusia 21 tahun itu negatif narkoba. Namun, kepolisian akan mendalami kondisi mentalnya guna mengusut tuntas akar dari perilaku kekerasan tersebut.
"Nanti kita ajukan ke psikiater dulu untuk pemeriksaan kejiwaan," tambah Anggi.
Tersangka kini dijerat pasal berlapis tentang perencanaan pembunuhan dan penganiayaan berat dengan ancaman maksimal 17 tahun penjara.
Fokus utama saat ini adalah pemulihan fisik dan mental Farradhilla. Setelah mendapat pertolongan pertama, ia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Ahmad untuk penanganan medis lanjutan, termasuk operasi pergelangan tangan yang patah akibat menahan serangan.
"Alhamdulillah, malam tadi jam 11.30 malam sudah selesai operasi pergelangan tangan korban. Alhamdulillah lancar," sebut Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Suska Riau, DR Alpi Syahrin.
Pihak universitas memastikan akan terus memantau perkembangan kesehatan korban. Pendampingan psikologis disiapkan agar penyintas bisa segera bangkit dari trauma mendalam akibat peristiwa kelam di ruang akademik tersebut.
"Pak WR III dan Dekan mengantar langsung ke rumah sakit. Tentunya UIN Suska memberikan pendampingan penuh, termasuk bantuan pengobatan psikis dan pemulihan psikologis kepada korban," jelas Juru Bicara UIN Suska Riau, Rhonny Riansyah.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tribunnews.com |
| Kategori | : | Kampus, Warga Bertuah |











