Fenomena Sinkhole Bikin Heboh Warga Sumbar, Ancaman Nyata dari Bawah Tanah
![]() |
| Kemunculan lubang raksasa secara tiba-tiba di Nagari Situjuah, Sumatra Barat, menggegerkan warga dan memicu kekhawatiran akan keselamatan lingkungan sekitar. (foto: antara) |
JAKARTA – Warga Nagari Situjuah, Sumatra Barat, dikejutkan oleh kemunculan lubang raksasa yang tiba-tiba menganga di kawasan permukiman. Fenomena yang dikenal sebagai sinkhole itu langsung memicu kepanikan karena muncul tanpa tanda-tanda awal dan berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.
Lubang ambles tersebut dilaporkan memiliki diameter lebih dari 10 meter dan dikhawatirkan terus melebar serta semakin dalam. Warga pun mempertanyakan penyebab kemunculannya dan risiko yang mungkin timbul jika fenomena itu berlanjut.
Secara ilmiah, sinkhole merupakan lubang runtuhan tanah yang terjadi akibat erosi di bawah permukaan. Spesialis geoteknik, Clive Edmonds, menjelaskan bahwa air menjadi faktor dominan dalam sebagian besar kasus sinkhole.
“Pemicu utama lubang ambles adalah air. Lubang ambles terjadi ketika lapisan batu di bawah tanah larut oleh air,” ujar Edmonds, dikutip dari Institution of Civil Engineers.
Proses tersebut umumnya terjadi di wilayah karst, yakni kawasan yang memiliki batuan mudah larut seperti kapur atau dolomit. Air hujan, terutama yang bersifat asam, meresap ke dalam retakan tanah dan secara perlahan melarutkan batuan dasar. Dalam jangka panjang, terbentuk rongga-rongga bawah tanah yang tidak lagi mampu menopang lapisan di atasnya.
Menurut penjelasan National Geographic, partikel tanah akan jatuh ke dalam rongga tersebut, memperlebar celah dan memungkinkan semakin banyak air terkumpul. Akibatnya, permukaan tanah yang tampak stabil bisa runtuh sewaktu-waktu.
Yang membuat sinkhole berbahaya, proses perusakan ini sering kali berlangsung ratusan hingga ribuan tahun tanpa terlihat dari permukaan. Namun, runtuhnya tanah bisa terjadi sangat cepat, bahkan dalam hitungan jam, terutama pada jenis sinkhole runtuhan atap gua.
Kondisi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat setelah periode kering panjang, dapat meningkatkan risiko terbentuknya sinkhole. Selain itu, aktivitas manusia seperti pengambilan air tanah berlebihan atau proyek konstruksi juga berkontribusi mempercepat proses amblesan.
Fenomena sinkhole bukan hanya terjadi di Indonesia. US Geological Survey mencatat sejumlah wilayah di Amerika Serikat, seperti Florida, Texas, dan Pennsylvania, sebagai daerah rawan sinkhole. Florida bahkan dikenal luas karena tanah berpasirnya berada di atas batu kapur yang rapuh.
Meski tidak selalu memakan korban jiwa, dampak ekonomi sinkhole cukup besar. Di Amerika Serikat, kerusakan akibat sinkhole diperkirakan mencapai ratusan juta dolar per tahun, terutama pada infrastruktur jalan dan bangunan.
Para ahli menilai deteksi dini sinkhole masih menjadi tantangan besar. Teknik survei geofisika dan pengeboran uji dinilai mahal, sementara tanda-tanda awal seperti retakan tanah jarang muncul sebelum runtuhan terjadi.
Kemunculan sinkhole di Sumatra Barat ini menjadi pengingat bahwa ancaman tidak selalu datang dari permukaan. Proses alam yang bekerja perlahan di bawah tanah bisa berubah menjadi bencana dalam sekejap, terutama di wilayah dengan kondisi geologi rentan. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | cnnindonesia.com |
| Kategori | : | Warga Bertuah, Binawidya |











