Home  /  Berita  /  Cendekia

Konflik Agraria di Tesso Nilo Memuncak, Pemerintah Fokus Bongkar Jaringan Pemodal

Konflik Agraria di Tesso Nilo Memuncak, Pemerintah Fokus Bongkar Jaringan Pemodal
Kemenhut menyampaikan keterangan kepada wartawan, Jumat (28/11/2025).
Sabtu, 29 November 2025 20:20 WIB

JAKARTA – Situasi di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) kian memanas. Kementerian Kehutanan menegaskan siap menempuh jalur hukum terhadap pihak yang menolak mengembalikan lahan perkebunan dalam kawasan konservasi tersebut. Sikap itu diambil setelah penertiban di lapangan kembali memicu perlawanan kelompok massa.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menjelaskan bahwa Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan terus melakukan relokasi permukiman dan pembebasan lahan sawit ilegal di TNTN.
"Kalau nanti sifatnya pidana ya akan proses-proses tahapan penyidikan akan ke sana. Kalau masyarakat yang sifatnya penghidupan, yang dikaryakan dulu sebagai pekerja skemanya kesejahteraan sosial," ujarnya, Jumat (28/11/2025).

Dwi menyebut sebagian warga telah menunjukkan itikad baik untuk menyerahkan lahan. Namun prosesnya sempat terganggu oleh kelompok yang merusak pos petugas. Ia menilai aksi itu tidak berdiri sendiri.
"Karena masyarakat kemarin itu juga banyak yang menggerakkan. Dari aspek penegakan hukum di Polda juga ditangani. Nanti kami berbagi peran dengan Polda, kalau memang cukong tidak mau menyerahkan kami lakukan tindakan hukum lebih lanjut," jelasnya.

Kemenhut mencatat sekitar 40.000 hektare kawasan TNTN telah dibuka dan ditanami sawit ilegal selama dua dekade terakhir. Kerusakan itu memperparah tekanan terhadap populasi gajah dan harimau, serta memutus koridor alami satwa di Tesso Nilo.

Dwi menuturkan bahwa kawasan TNTN nantinya kembali difungsikan sebagai ruang konservasi yang melindungi ekosistem dan sumber air.
"Jadi ada wilayah kantong-kantong yang nanti akan skala prioritas mana yang masih bisa diselamatkan, mana yang belum dikakomodir. Nanti upaya menyambung koridor satwa yang terfragmentasi menjadi langkah lanjutan untuk penyelamatan satwa ini baik gajah maupun harimau," urainya.

Pemulihan kawasan dilakukan bertahap setelah relokasi selesai. Lahan yang sebelumnya dibuka untuk sawit dan permukiman akan ditanami kembali dengan vegetasi asli sebagai bagian dari restorasi alami Tesso Nilo. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Cendekia, Warga Bertuah, Balai Kota
wwwwww