BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
![]() |
Penulis: Hermanto Ansam
Kedatangan rombongan BTM disambut hangat oleh Kepala SMP Negeri 40 Pekanbaru, Indrawati, M.Pd., bersama majelis guru dan para siswa. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
Sebelum kegiatan penanaman bibit dilakukan, BTM terlebih dahulu memberikan edukasi lingkungan kepada para siswa yang dilaksanakan di halaman sekolah. Materi disampaikan oleh Dr. Muhammad Yogi Riyantama Isjoni, M.M., yang memiliki bidang keilmuan lingkungan.
Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan harus dimulai dari pembentukan karakter sejak usia dini. Menurutnya, terdapat tiga pilar utama yang harus ditanamkan kepada generasi muda, yakni kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian.
Pertama, kedisiplinan, yaitu membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta merawat tanaman secara konsisten.
Kedua, tanggung jawab, yakni menanamkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga keseimbangan alam dan keberlangsungan lingkungan untuk masa depan.
Ketiga, kepedulian, yaitu membangun kepekaan terhadap persoalan lingkungan serta mendorong generasi muda untuk ikut mengambil bagian dalam aksi nyata penghijauan.
Menurutnya, menanam pohon bukan sekadar memasukkan bibit ke dalam tanah, tetapi merupakan investasi kehidupan yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.
Ketua BTM, Muhammad Rustam, S.H., didampingi Wakil Ketua BTM Amri Taupiq, S.H., M.H., serta sejumlah pengurus lainnya, menyampaikan bahwa penyerahan 700 bibit pohon tersebut merupakan bagian dari komitmen BTM dalam memperluas gerakan penghijauan, khususnya di lingkungan pendidikan.
Rustam menegaskan bahwa BTM ingin membangun gerakan lingkungan yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar penyerahan bibit. Lebih dari itu, BTM ingin memastikan tumbuhnya kesadaran, keterlibatan, dan tanggung jawab bersama dalam merawat lingkungan.
“Tujuan kami bukan hanya menyerahkan 700 bibit pohon, tetapi bagaimana anak-anak kita memiliki kesadaran bahwa lingkungan adalah warisan yang harus dijaga. Kami ingin gerakan penghijauan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter generasi muda. Mereka harus belajar disiplin merawat tanaman, bertanggung jawab terhadap lingkungan, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bumi,” ungkap Rustam.
Ia juga berharap sekolah dapat menjadi pusat lahirnya generasi yang memiliki wawasan dan kepedulian terhadap lingkungan. Sebab, perubahan besar dalam menjaga kelestarian alam harus dimulai dari kebiasaan kecil yang dibangun sejak bangku sekolah.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 40 Pekanbaru, Indrawati, M.Pd., menyampaikan rasa bahagia dan apresiasinya atas kehadiran serta kepedulian BTM terhadap lingkungan sekolah.
Ia mengucapkan terima kasih atas bantuan 700 bibit pohon yang dinilai memberikan manfaat besar bagi lingkungan sekolah sekaligus menjadi sarana edukasi bagi para siswa.
Indrawati juga berharap kegiatan tersebut tidak menjadi agenda sesaat, melainkan dapat berlanjut melalui kerja sama yang lebih konkret antara BTM dan SMP Negeri 40 Pekanbaru. Ia membuka harapan agar ke depan dapat dibangun nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan kolaborasi berkelanjutan dalam bidang penghijauan dan pendidikan lingkungan.
Harapan tersebut mendapat respons positif dari BTM. Organisasi ini memandang sekolah sebagai salah satu mitra strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini.
BTM Dorong Sekolah Menjadi Pelopor Gerakan Hijau
Melalui kegiatan ini, BTM berharap 700 bibit pohon yang diserahkan dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus manfaat pendidikan bagi sekolah dan masyarakat sekitar.
Secara ekologis, keberadaan pohon dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih teduh, meningkatkan kualitas udara, menyerap karbon, serta mendukung keanekaragaman hayati. Sementara dari sisi pendidikan, kegiatan ini menjadi media pembelajaran langsung bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.
BTM juga berharap para siswa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut menjadi pelopor gerakan penghijauan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Ke depan, BTM berkomitmen memperluas gerakan Green Activist melalui kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen masyarakat.
Bagi BTM, gerakan penghijauan tidak cukup hanya dengan mengajak masyarakat menanam pohon. Yang jauh lebih penting adalah membangun kesadaran kolektif untuk merawat, menjaga, dan memastikan pohon-pohon tersebut tumbuh serta memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kami ingin meninggalkan warisan yang bermanfaat bagi generasi berikutnya. Bukan hanya mewariskan pembangunan fisik, tetapi juga lingkungan yang sehat, hijau, dan berkelanjutan. Dari sekolah, kita mulai membangun kesadaran untuk masa depan,” tutup Rustam. ***
| Kategori | : | Kabar Bertuah, Pekanbaru |











