Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
25 menit yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

BMKG Deteksi Hujan Lebat di Riau, Warga Pekanbaru Diminta Tetap Waspadai Kepungan Asap

BMKG Deteksi Hujan Lebat di Riau, Warga Pekanbaru Diminta Tetap Waspadai Kepungan Asap
Jum'at, 23 Oktober 2026 13:23 WIB
Penulis: Afrila Yobi
PEKANBARU – Kabut asap pekat masih mengepung langit Kota Pekanbaru hingga Jumat (23/10/2026) pagi. Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi turunnya hujan lebat dalam waktu dekat, masyarakat diimbau untuk tidak lengah terhadap paparan polusi udara yang kini berada pada level mengkhawatirkan.

Berdasarkan pemantauan IQAir pada pukul 09.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di wilayah ini menyentuh angka 174. Polutan utama berupa partikel halus PM2.5 tercatat memiliki konsentrasi antara 88,2 hingga 91,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut melampaui standar batas aman harian dari WHO, yakni nyaris enam kali lipat dari ambang batas 15 µg/m³.

Kondisi ini memaksa sejumlah pengendara sepeda motor, khususnya di sepanjang Jalan Bukit Barisan, untuk merapatkan jaket dan mengenakan masker demi menepis pekatnya udara. Partikel mikroskopis berukuran di bawah 2,5 mikrometer ini membawa ancaman serius karena mampu menyusup langsung ke rongga paru-paru dan aliran darah.

Di sisi lain, prakiraan cuaca menunjukkan adanya potensi cuaca ekstrem yang membentang di beberapa wilayah Riau, meliputi Kabupaten Rokan Hilir, Kampar, Kuantan Singingi, Kota Dumai, hingga Pekanbaru.

"Masyarakat kami imbau untuk terus memantau informasi cuaca dan meningkatkan kehati-hatian di jalan raya, terutama saat hujan lebat turun bersamaan dengan angin kencang," terang Prakirawan BMKG dalam keterangan resminya.

Ia menegaskan bahwa guyuran hujan tidak otomatis menyapu bersih material beracun di udara. "Meski hujan berpotensi turun, jangan langsung menganggap kualitas udara kembali normal sepenuhnya. Perubahan kualitas udara harus tetap dipantau secara berkala melalui instrumen data resmi," tambahnya.

Menyikapi tingginya polusi, praktisi kesehatan merekomendasikan perlindungan ekstra, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, warga lanjut usia, serta pengidap asma atau gangguan jantung. Aktivitas fisik di luar ruangan sebaiknya diminimalkan hingga udara kembali bersih.

"Ketika indeks udara masuk kategori tidak sehat, tunda dulu olahraga di ruang terbuka. Kalaupun ada keperluan mendesak di luar, pastikan selalu memakai masker standar respirator seperti N95," jelas seorang dokter spesialis paru.

Sebagai langkah antisipasi tambahan di rumah, warga disarankan menutup rapat seluruh celah ventilasi dan pintu, serta mengoperasikan alat penyaring udara jika tersedia. Keluhan fisik seperti batuk tak berkesudahan, tenggorokan perih, atau dada terasa sesak harus segera ditangani dengan mendatangi fasilitas layanan kesehatan terdekat. ***

wwwwww