Prabowo ke Komisi Reformasi Polri: Jangan Takut Koreksi, Reformasi Harus Berani dan Jujur
![]() |
| Presiden Prabowo memberikan arahan perdana ke Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian, Jumat (7/11). |
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya reformasi yang jujur dan berani di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dalam arahannya kepada Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian, Prabowo meminta lembaga baru ini tidak sekadar menjadi simbol evaluasi, tetapi benar-benar bekerja menilai kekuatan dan kelemahan Polri secara menyeluruh.
“Komisi ini akan mengkaji institusi Polri dengan segala kebaikan dan kekurangannya,” ujar Prabowo dalam sambutannya yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (7/11/2025).
Ia menekankan bahwa keberanian untuk mengakui kelemahan merupakan langkah pertama menuju pembenahan. Menurut Prabowo, reformasi hanya bisa berjalan jika dilakukan dengan keterbukaan dan tanpa rasa takut terhadap kritik.
“Kita jangan takut melihat kekurangan. Karena itu saya minta kepala kepolisian yang masih aktif hadir dalam komisi ini, agar bisa berdiskusi langsung dan memberikan pandangan,” tegasnya.
Evaluasi Berkala dan Rekomendasi Nyata
Prabowo menjelaskan, Komisi Reformasi Polri akan memberikan laporan dan rekomendasi setiap tiga bulan kepada presiden. Masukan tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem dan budaya kerja di tubuh Polri.
“Komisi ini tugas utamanya adalah mempelajari dan memberi rekomendasi kepada saya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan untuk mengambil tindakan reformasi yang diperlukan,” katanya.
Ia menegaskan, hasil kerja komisi harus berorientasi pada perubahan yang terukur, bukan hanya laporan administratif. “Reformasi sejati membutuhkan keberanian mengambil tindakan, bukan hanya menulis rekomendasi,” ucap Prabowo.
Reformasi Tidak Hanya di Polri
Presiden juga membuka kemungkinan evaluasi terhadap lembaga negara lainnya jika diperlukan. Menurutnya, pembenahan tidak boleh berhenti hanya pada satu institusi.
“Ini juga mungkin untuk kita kaji institusi-institusi lain yang mungkin memerlukan suatu perbaikan,” ujar Prabowo.
Ia menilai, sistem pengawasan yang ada saat ini perlu diperkuat dengan pendekatan yang lebih transparan dan berbasis kinerja. “Setiap lembaga harus siap dievaluasi, karena negara ini membutuhkan tata kelola yang bersih dan profesional,” katanya.
Komitmen Pemerintah untuk Kepolisian Modern dan Humanis
Langkah pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian dinilai sebagai sinyal kuat dari pemerintahan Prabowo untuk memperkuat akuntabilitas dan profesionalitas aparat kepolisian.
Reformasi Polri menjadi salah satu agenda penting dalam menjaga kepercayaan publik dan memperkuat peran kepolisian sebagai pelindung, pengayom, serta penegak hukum yang humanis.
“Polri adalah institusi vital bagi keamanan dan ketertiban bangsa. Maka pembenahan harus dilakukan dengan hati-hati, objektif, dan berani,” ujar Prabowo menutup arahannya. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | detik.com |
| Kategori | : | Balai Kota |











