Home  /  Berita  /  Kesehatan

Kasus Cacingan Berujung Maut di Sukabumi, Pakar WHO Soroti Buruknya Sanitasi Lingkungan

Kasus Cacingan Berujung Maut di Sukabumi, Pakar WHO Soroti Buruknya Sanitasi Lingkungan
Perawatan seorang balita akibat cacingan akut di Sukabumi
Jum'at, 22 Agustus 2025 06:00 WIB

JAKARTA – Kematian seorang bocah bernama Raya (4) di Sukabumi karena infeksi cacing memicu keprihatinan banyak pihak. Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, menyebut kejadian ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi sistem kesehatan masyarakat, terutama di bidang sanitasi dan edukasi gizi anak.

“Analisis lengkap penyebab kematian harus menunggu hasil medis. Tapi yang pasti, lingkungan tempat tinggal sangat mungkin jadi sumber penyebaran cacing,” jelas Tjandra, Rabu (20/8/2025).

Ia memaparkan bahwa cacingan disebabkan parasit seperti Cacing Gelang, Cacing Cambuk, dan Cacing Tambang. Penularannya bisa terjadi ketika telur cacing dari tanah atau air tercemar masuk ke tubuh anak yang bermain tanpa perlindungan atau tidak mencuci tangan.

“Gizi buruk memperparah kondisi. Cacingan bisa dicegah dengan obat berkala, edukasi, sanitasi yang layak, serta air bersih,” katanya. WHO, kata dia, menargetkan eliminasi penyakit cacingan berbasis tanah pada 2030, dan Indonesia diharapkan mengambil langkah serupa untuk mendukung visi kesehatan nasional.

Raya ditemukan dalam kondisi kritis oleh relawan sosial, dan sempat dirawat di rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong. Dari tubuhnya, tim medis mengeluarkan cacing hidup seberat hampir 1 kilogram, bahkan infeksi telah menyebar ke otak.

Keluarga Raya hidup dalam kondisi memprihatinkan. Rumah mereka bilik panggung dengan lantai tanah dipenuhi kotoran ayam. Ibunya mengalami gangguan kejiwaan, sedangkan ayahnya dalam kondisi sakit.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia menyoroti lemahnya kinerja posyandu dan bidan desa yang tidak mampu mendeteksi kondisi Raya sejak dini. “Kami akan beri sanksi kepada yang lalai,” tegasnya.

Seluruh anggota keluarga korban telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan, setelah diketahui juga mengidap penyakit menular seperti tuberkulosis. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Kesehatan
wwwwww