Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
23 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
2
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
19 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
3
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
4
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
5
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Kritik DPR Menguat, Sri Mulyani Diminta Buka Rincian Penggunaan Anggaran BA BUN

Kritik DPR Menguat, Sri Mulyani Diminta Buka Rincian Penggunaan Anggaran BA BUN
Menteri Keuangan Sri Mulyani
Jum'at, 22 Agustus 2025 05:44 WIB

JAKARTA – Pemerintah kembali disorot soal transparansi anggaran. Kali ini datang dari Komisi XI DPR RI, yang mempertanyakan lonjakan anggaran Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) dalam RAPBN 2026 menjadi Rp525 triliun.

Wakil Ketua Komisi XI, Dolfie Othniel Frederic Palit, menyayangkan keputusan pemerintah yang tidak melibatkan DPR dalam pembahasan anggaran jumbo tersebut.

“Direncanakan sendiri, digunakan sendiri oleh pemerintah. Ini tidak sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas. Rasa keadilan publik pun dipertanyakan,” tegas Dolfie dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan, Kamis (21/8/2025).

Dolfie menyoroti bahwa sebagian besar dana BA BUN selama ini digunakan untuk kompensasi listrik dan BBM sebesar sekitar Rp200 triliun. Namun, dengan angka baru mencapai Rp525 triliun, terdapat selisih sekitar Rp300 triliun yang belum dijelaskan secara rinci.

Ia berharap pemerintah membuka ruang diskusi bersama DPR terkait mekanisme, batasan, dan tujuan penggunaan anggaran tersebut. “Harus ada peta jalan dan kriteria yang jelas agar tidak menimbulkan pertanyaan publik,” tambahnya.

Menjawab kritik itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa sebagian besar alokasi tersebut merupakan kewenangan diskresi presiden. “Kami memahami kekhawatiran DPR. Namun sebagian memang masuk dalam ranah Inpres dan prioritas nasional,” ujarnya.

Menurut Sri Mulyani, anggaran itu mencakup program-program strategis seperti pembangunan jalan, infrastruktur daerah, hingga pengelolaan sampah yang selama ini terhambat di daerah. Ia menegaskan pemerintah tetap berkomitmen pada prinsip transparansi.

“Banyak yang kami ambil alih karena tidak ada kemajuan di daerah. Tapi kami akan tetap perhatikan transparansi ke depan,” jelasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:voi.id
Kategori:Pasar & Niaga, Parlemen
wwwwww