Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
20 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
5
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cendekia
23 jam yang lalu
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Home  /  Berita  /  Hukum

"Indonesia Sold Out", Mahasiswa Demo di DPR Protes Biaya Pendidikan dan Kuasa Pengusaha

Indonesia Sold Out, Mahasiswa Demo di DPR Protes Biaya Pendidikan dan Kuasa Pengusaha
Jum'at, 22 Agustus 2025 07:13 WIB

JAKARTA – Suasana di depan Gedung DPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, berubah riuh pada Kamis sore (21/8/2025) saat ratusan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Bersama Rakyat (Gemarak) menggelar aksi damai. Dengan spanduk mencolok bertuliskan "Indonesia Sold Out" dan bendera Merah Putih berdampingan dengan bendera One Piece, para mahasiswa menyuarakan kritik atas kondisi bangsa.

Mobil komando terparkir di depan gerbang utama, lengkap dengan orator lantang yang menyuarakan keresahan atas mahalnya biaya pendidikan dan dikuasainya aset negara oleh segelintir elit.

“Pendidikan dikomersialkan, akses dibatasi. Hari ini kita belajar bukan untuk membangun negeri, tapi untuk bayar utang biaya kuliah,” teriak salah satu orator.

Mereka menilai negara semakin menjauh dari rakyat, dan kebijakan yang seharusnya berpihak pada pendidikan justru dikuasai logika pasar dan keuntungan.

Selain isu pendidikan, massa juga mengkritisi kepemilikan aset negara yang dinilai telah berpindah ke tangan pengusaha, menjauhkan rakyat dari kedaulatan ekonomi.

Untuk memastikan aksi berlangsung aman, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengerahkan 1.145 personel gabungan. Ia menegaskan pendekatan pengamanan dilakukan secara persuasif dan tanpa kekerasan.

“Kami tidak memandang massa aksi sebagai musuh. Polisi hadir untuk memastikan ruang penyampaian pendapat berjalan damai,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan massa untuk menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang merusak fasilitas umum. “Silakan suarakan aspirasi, tapi mari jaga situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Mahasiswa dari berbagai kampus terus berdatangan hingga menjelang malam. Aksi ini menjadi refleksi keresahan generasi muda terhadap arah kebijakan negara yang dianggap makin menjauh dari cita-cita keadilan sosial. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tvonenews.com
Kategori:Hukum
wwwwww