Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
3
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
4
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
5
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
2 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

RI Siapkan Lobi Dagang ke AS, Targetkan Tarif Ekspor Komoditas Strategis Jadi 0%

RI Siapkan Lobi Dagang ke AS, Targetkan Tarif Ekspor Komoditas Strategis Jadi 0%
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso.
Kamis, 14 Agustus 2025 18:25 WIB

JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan negosiasi lanjutan dengan Amerika Serikat untuk menekan tarif impor terhadap sejumlah komoditas strategis hingga 0%. Langkah ini diambil agar ekspor unggulan seperti kakao, kopi, sawit, dan produk mineral terhindar dari beban tarif resiprokal 19% yang mulai berlaku.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menegaskan bahwa prioritas negosiasi akan diberikan pada komoditas yang tidak diproduksi di AS, memiliki potensi ekspor besar, dan berhubungan dengan rantai pasok mineral kritis. “Kita targetkan tarifnya bisa dinegosiasikan sampai 0%,” ujarnya di Jakarta, Kamis (14/8/2025).

Pemerintah telah mengirimkan daftar komoditas tersebut kepada United States Trade Representative (USTR) dan akan memulai pembahasan secara daring sebelum dijadwalkan pertemuan tatap muka. Khusus kakao, pembicaraan akan melibatkan tim tarif Kementerian Keuangan mengingat posisinya yang unik sebagai komoditas dengan volume ekspor dan impor yang sama-sama tinggi.

Tarif 19% ini memunculkan proyeksi dampak yang bervariasi di kalangan pelaku usaha. Ekonom UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, memperkirakan dalam skenario terburuk sektor padat karya seperti udang, alas kaki, dan tekstil dapat kehilangan hingga 30% ekspor ke AS, yang berpotensi mengancam jutaan tenaga kerja.

Namun, diversifikasi pasar ke China, Timur Tengah, Kanada, dan Uni Eropa diyakini bisa menekan dampak negatif tersebut. Dengan dukungan stimulus fiskal, pelonggaran suku bunga, dan proyek infrastruktur, pertumbuhan ekonomi Semester II 2025 diproyeksikan tetap di kisaran 4,8–4,9%.

“Negosiasi ini adalah langkah strategis untuk melindungi ekspor, memperkuat daya saing, dan memastikan perekonomian nasional tetap tangguh di tengah dinamika perdagangan global,” tegas Susiwijono. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota
wwwwww