Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
22 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
22 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
5
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Jorji Puji Ketangguhan An Seu Yong Yang Dikenanya Sejak Kecil

Jorji Puji Ketangguhan An Seu Yong Yang Dikenanya Sejak Kecil
Gregoria Mariska Tunjung saat memeluk An Seu Yong (Foto: PBSI/Badmintonphoto/Yohan Nonotte)
Minggu, 04 Agustus 2024 15:53 WIB
Penulis: Azhari Nasution
PARIS - Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung gagal melangkah ke final cabang olahraga bulutangkis Olimpiade 2024 Paris. Dalam laga semifinal yang berlangsung di Porte de la Chapelle Arena Paris, Prancis, Minggu (4/8/2024), Jorji, panggilan karibnya, harus mengakui ketangguhan An Seu Yong dari Korea Selatan dalam tiga set 21-11, 13-21, 16-21.

Usai pertandingan, Jorji mengaku dirinya sebenarnya punya kesempatan untuk bisa memenangkan pertandingan setelah meraih kemenangan di gim pertama. Namun, keinginan itu tidak terwujud karena An Seu Yong mampu mengontrol permainannya.

"Ya pastinya dengan kemenangan game di awal aku cukup ada kesempatan untuk bisa ngambil game kedua, tapi dengan pola yang dia ubah, aku rasa itu ga bisa bikin aku nyaman, aku terlalu lama untuk adjustnya itu loh. Terus di game kedua dia sangat nyaman dengan pola yang dia inginkan, jadi malah jadi terbalik," kata Jorji.

Jorji mengakui ketangguhan An Seu Yong. “Dia adalah salah satu pemain kuat banget, dia mau lawan siapapun tetep kekeh dengan permainan dia, dan bagus banget, mateng banget. Mau main dengan siapapun dengan pola apapun dia bisa, semuanya jadi keikut dia gitu loh. Pemain nomor satu dunia keliatan dari kualitas mainnya tadi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Jorji juga mengungkapkan dirinya sudah mengenal An Seu Yong sejak kecil dan sering berhadapan. “Emang kayanya dari kecil dia udah pro gitu, dari kecil udah bagus banget, dan udah sering ketemu dari zaman kecil, walaupun usia dia lebih tua," ujarnya.

Kini, Jorji tidak mau menyesali kekalahannya dan berusaha merebut medali perunggu di Olimpiade 2024 Paris. Makanya, dia bersiap menghadapi pertandingan perebutan peringkat ketiga menghadapi pemenang laga semifinal lainnya yang mempertemukan Caroline Martin (Spanyol) lawan He Bingjiao (China).

“Kayanya aku gak boleh menyesali kekalahan ini, untuk belajar pastinya, mau lawan He Bin Jao ataupun Marin, dua-duanya kidal, dua-duanya bagus. Itu adalah tantangan tersendiri buat aku. Aku mau mikir gimana persiapan besok, berusaha sekeras mungkin untuk dapat medali,” tandasnya. ***

wwwwww