Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
23 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
22 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
23 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
2 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Kemenag Ingin Panen Kopi Wakaf Produktif Bisa Tembus Pasar Luar Negeri

Kemenag Ingin Panen Kopi Wakaf Produktif Bisa Tembus Pasar Luar Negeri
Kementerian Agama (Kemenag) menggelar kegiatan Panen Perdana Kopi Program Inkubasi Wakaf Produktif di Kampung Belang Rakal. (Foto: Kemenag)
Jum'at, 12 Mei 2023 23:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

ACEH - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar kegiatan Panen Perdana Kopi Program Inkubasi Wakaf Produktif di Kampung Belang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Kamis (12/5/2023).

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama, Tarmizi Tohor mengatakan, program ini menjadi upaya strategis menumbuhkan semangat masyarakat untuk berwakaf.

"Sebagai negara mayoritas muslim, jumlah wakif (pemberi wakaf) di Indonesia masih sangat kecil. Tercatat, jumlah wakif saat ini berjumlah 8,7 juta orang, jauh dari populasi muslim Indonesia yang mencapai 236 juta jiwa. Sehingga, program inkubasi wakaf produktif menjadi upaya strategis menambah semangat baru masyarakat untuk melakukan wakaf produktif," ujar Tarmizi.

Tarmizi mengingatkan para nazir (pengelola wakaf) untuk lebih profesional dalam pengelolaan wakaf. “Studi kelayakan usaha menjadi aspek penting yang harus dikuasai nazir dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf," ucap Tarmizi.

Ia berharap, panen kopi perdana di atas tanah wakaf 1,5 hektar ini menjadi bukti bahwa wakaf bisa menjadi sektor ekonomi produktif. Lebih dari itu, Tarmizi mendorong panen kopi perdana ini untuk menembus pasar internasional sesuai harapan masyarakat dan target Pemerintah Daerah dalam program Desa Devisa.

"Zakat dan wakaf adalah bagian penting perjuangan Indonesia menjalankan pembangunan. Banyak capaian pembangunan yang bersumber dari zakat maupun wakaf. Kami mendorong panen perdana kopi ini dapat menembus pasar internasional," tandasnya.

Terakhir, Tarmizi mengatakan, Kemenag berkomitmen memperluas program inkubasi wakaf produktif melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat untuk mendukung pembangunan nasional.

Sebagai informasi, wakaf produktif menjadi salah satu indikator kinerja sasaran program Ditjen Bimas Islam, Kemenag. Kemenag menggagas program wakaf produktif agar nazir dapat mengoptimalkan pengelolaan tanah wakaf agar bernilai ekonomis dan menguntungkan dalam sektor perkebunan, pertanian, UMKM, peternakan, hingga perikanan. Inkubasi wakaf produktif diharapkan menjadi wahana bagi para nazir untuk mengembangkan jiwa kreatif dan visioner.***

wwwwww