Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
19 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
3
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
19 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Home  /  Berita  /  Rumbai Timur

Jumlah Ternak Terjangkit PMK di Solok Selatan Sudah Capai 115 Ekor

Jumlah Ternak Terjangkit PMK di Solok Selatan Sudah Capai 115 Ekor
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Solok Selatan Irwan Supriadi. (antara/erik)
Jum'at, 27 Mei 2022 18:18 WIB
PADANG ARO - Sebanyak 115 ekor ternak jenis kerbau dan sapi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat positif terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK), kata pejabat pemerintah setempat.

"Ternak yang terjangkit dilakukan pengobatan sedangkan yang masih menunjukkan gejala ringan dan berada satu kandang dengan ternak terjangkit dilakukan pengobatan berupa pemberian vitamin," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Solok Selatan Irwan Supriadi melalui pesan WhatsApp yang diterima di Padang Aro, Jumat (27/5/2022).

Selain itu katanya, kandang ternak yang terjangkit PMK juga semprot desinfektan.

Pihaknya sudah memesankan kepada kelompok tani yang sapinya memiliki gejala PMK untuk tidak menerima tamu serta melarang sapi dari luar masuk.

Salah satu dampak dari penyakit mulut dan kuku, adalah penurunan produktivitas dan kesuburan pada hewan.

Sementara itu, tingkat kematian pada hewan dewasa yang menderita PMK sekitar lima persen, sementara pada anak hewan ternak mencapai 20 persen.

Dia mengimbau, masyarakat Solok Selatan yang memelihara ternak sapi, kerbau atau kambing yang menunjukkan gejala-gejala menderita penyakit mulut dan kuku, dapat menghubungi tiga Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Solok Selatan, yang bertempat di Pekan Selasa Kecamatan Pauh Duo, Puskeswan Sangir dan Puskeswan Sungai Gadiang Kecamatan Sangir Balai Janggo.

Atau dapat menghubungi penyuluh pertanian terdekat dan melalui hotline Dinas Pertanian Solok Selatan.

"Untuk kematian hewan ternak di Solok Selatan akibat PMK belum ada laporan," ujarnya.

Pemkab Solok Selatan, akan membatasi penjualan ternak ruminansia ke luar daerah sebagai upaya menjaga ketersediaan kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini di daerah itu. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sumbar.antaranews.com
Kategori:Balai Kota, Binawidya, Rumbai Timur
wwwwww