Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
22 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
21 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
22 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
1 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  Lima Puluh

Walau Belum Ditemukan di Bukittinggi, Warga Diimbau Antisipasi Hepatitis Akut

Walau Belum Ditemukan di Bukittinggi, Warga Diimbau Antisipasi Hepatitis Akut
Kota Bukittinggi waspadai kasus Hepatitis akut. (antara/alfatah)
Jum'at, 13 Mei 2022 04:31 WIB
BUKITTINGGI – ​​​​​​Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat melakukan langkah antisipasi munculnya kasus Hepatitis Akut dengan memberikan imbauan kepada warga serta menerapkan langkah rujukan kesehatan.

Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Salvi Raini mengatakan, kasus hepatitis akut memang belum ditemukan di Bukittinggi.

"Dari catatan kita dan Informasi yang disampaikan dari lini terbawah, belum ada kasus hepatitis akut di Bukittinggi dan dalam rangka antisipasi, kita sudah membuat surat imbauan ke seluruh rumah sakit dan juga ke seluruh puskesmas yang ada," kata Salvi di Bukittinggi, Kamis.

Untuk antisipasi lainnya, Dinas Kesehatan juga sudah membuat semacam SOP mekanisme rujukan.

Ia mengatakan kader posyandu telah diberikan pemahaman terkait hepatitis akut ini karena para kader merupakan lini terdepan yang dekat dengan masyarakat.

"Untuk kader, kita harapkan partisipasinya ketika dia menemukan gejala-gejala yang mirip dengan kasus hepatitis ini segera dilaporkan ke puskesmas terdekat," kata dia.

Silvi menjelaskan, hepatitis akut sangat rentan terjangkit pada anak usia di bawah dua tahun, beberapa gejala antaranya demam tinggi, diiringi muntah dan kemudian pada akhirnya diiringi dengan kuningnya sang anak.

"Kemudian, penderita hepatitis juga akan mengalami BAB berdarah, beberapa waktu terakhir, namun demikian belum ada ditemukan kasus serupa yang dapat membahayakan nyawa anak anak usia di bawah dua tahun itu di Bukittinggi," katanya.

Ia mengatakan hingga kini memang belum ditemukan bagaimana penularannya, beberapa kecurigaan juga sudah ada disampaikan, tapi belum ada bukti tertulis yang memastikan bahwasanya penyebab dari Hepatitis akut yang misterius ini berasal.AWAK"Untuk itu, kita harapkan setiap warga tetap menjaga kesehatan, bagaimana protokol kesehatan tetap dijalankan sebagaimana kita mengantisipasi COVID-19, seperti mencuci tangan dengan sabun, mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi," pungkasnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sumbar.antaranews.com
Kategori:Kesehatan, Binawidya, Lima Puluh
wwwwww