Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
15 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
3
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
15 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Home  /  Berita  /  Binawidya

Sempat Positif Covid-19, Perajin di Pesisir Selatan Ciptakan Batik Motif Virus Corona

Sempat Positif Covid-19, Perajin di Pesisir Selatan Ciptakan Batik Motif Virus Corona
Batik virus corona diluncurkan Pemkab Pesisir Selatan, Rabu (20/1/2021). (Foto: Dok Humas Kab. Pesisir Selatan).
Sabtu, 23 Januari 2021 13:42 WIB
PADANG - Virus corona menjadi inspirasi bagi perajin batik asal Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat Dewi Hapsari. Ide membuat batik tersebut muncul saat dirinya terkonfirmasi virus berbahaya itu.

Sebagai penyintas, alih-alih terpuruk Dewi Hapsari malah bangkit melalui karyanya. Kini, batik buatannya sudah diluncurkan oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni.

"Iya ide ini muncul ketika saya terkonfirmasi Covid-19, karena hanya bisa berdiam diri di rumah maka saya terpikir untuk membuat motif virus corona," kata Dewi Hapsari, Sabtu (23/1/2021).

Menurut perajin asal Kecamatan Lunang itu, ketika dinyatakan terpapar Covid-19 dirinya sempat merasa takut. Namun, ia berpikir agar bisa berdamai dengan keadaan hingga lahirlah karya batik motif virus corona itu.

Dewi menjelaskan awalnya membuat cetakan dari kertas yang dibuat mirip dengan virus corona yang ia lihat melalui media sosial ataupun televisi.

"Cetakannya dibuat sendiri dari kertas, lalu ditempelkan ke kain yang berwarna hitam," jelasnya.

Untuk motifnya, ia melanjutkan diberi warna yang menarik dan cerah sehingga tidak lagi menakutkan. Ia berharap motif batik karyanya tersebut dapat diterima dan disukai masyarakat.

Batik ciptaan Dewi Hapsari, mendapat respon positif dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, sudah meluncurkan batik tersebut pada Rabu (20/1/2021).

"Ini menambah koleksi batik di Pesisir Selatan. Varian baru ini namanya batik motif corona atau covid-19," kata Hendrajoni.

Menurutnya, keunikan motif corona ini, bisa dijadikan buah tangan bagi pengunjung yang berwisata ke Pesisir Selatan.

Sementara Ketua Dekranasda Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni mengatakan, dunia perbatikan di daerah yang dipimpin suaminya itu memang sedang berkembang sejak 4 tahun terakhir.

Lebih dari 150 perajin aktif memproduksi batik di tiga kecamatan. Pihaknya juga terus mendorong agar mereka terus berkarya meski di masa pandemi seperti saat ini.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:liputan6.com
Kategori:Kabar Bertuah, Warga Bertuah, Pasar & Niaga, Binawidya
wwwwww