Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
16 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
3
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
16 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Bio Farma akan Kirim 4 Juta Dosis Vaksin Sinovac ke BPOM

Bio Farma akan Kirim 4 Juta Dosis Vaksin Sinovac ke BPOM
Vaksin Sinovac saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten beberapa waktu lalu. (gambar: tangkapan layar)
Sabtu, 23 Januari 2021 14:43 WIB
JAKARTA - Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengungkapkan, ada 4 juta dosis vaksin Sinovac yang sudah selesai produksi per Kamis (21/1/2021), dan akan dikirimkan ke BPOM untuk mendapatkan lot release (evaluasi peluncuran sebagai syarat dari WHO).

"Status produk-produk itu sedang dalam tahap proses quality control yang akan dikirimkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk mendapatkan lot release agar dapat didistribusikan," kata Honesti dalam rilis, Sabtu (23/1/2021).

Bio Farma memperkirakan, sampai dengan bulan Februari 2021 mendatang, akan siap sebanyak 4 juta dosis vaksin untuk masyarakat Indonesia.

Ia menjelaskan, Bio Farma menjalin dua mekanisme dalam kolaborasi dengan Sinovac, yaitu; impor dalam bentuk barang jadi atau finished product single dose (vaksin siap guna) yang diperuntukan front liner di Indonesia; dan impor dalam bentuk bulk atau konsentrat vaksin.

"Dari bulk ini akan diproses lebih lanjut di Bio Farma di fasilitas fill and finish yang ada di Bio Farma," kata Honesti.

Secara total, kata Dia, Bio Farma akan menerima sebanyak 140 juta dosis bulk vaksin Sinovac. Per 12 Januari 2021, sebanyak 15 juta dosis bulk telah diterima.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kampus, Kesehatan, GoNews Group
wwwwww