Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
19 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
3
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
19 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Miris, Saat Bantu Orang Tua Bikin Batu Bata, Siswi SD di Pekanbaru Ini Kehilangan Tangannya

Miris, Saat Bantu Orang Tua Bikin Batu Bata, Siswi SD di Pekanbaru Ini Kehilangan Tangannya
Sumiati saat menerima bantuan. (Foto: INews)
Sabtu, 23 Januari 2021 15:41 WIB
PEKANBARU- Nasib malang menimpa Sumiati, siswa SD di Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau. Dia kehilangan tangan sebelah kanan saat membantu orang tua membuat batu bata.

Tangan Sumiati tergiling mesin pencetak batu bata. Akibatnya tangan siswi kelas 5 SD itu harus menjalani amputasi.

Sumiati merupakan anak keluarga tak mampu yang tinggal di sekitar PLTU Tenayan Raya. Sehari-hari dia membantu orang tuanya yang merupakan buruh pembuat batu bata.

Anugrah Lase, ayah dari Suamiati mengatakan, Sumiati anak yang rajin sekolah sekaligus rajin dalam membantu orang tua. Di kala ekonomi yang semakin sulit akibat pandemi Covid-19 ini, dirinya hanya bisa menjadi buruh batu-bata.

Itu pun menurutnya masih dirasa kurang, sehingga terkadang istri dan anak-anaknya harus ikut bekerja membantu sebagai buruh batu bata. Selama ini Sumiati selalu rutin membantunya. Terlebih saat tidak lagi ada sekolah tatap muka. 

"Ya sudah musibah, padahal sudah hati-hati, ini musibagi bagi. Ke depannya saya akan menjaga Sumiati dan keluarga saya lebih ekstra lagi, sehingga kejadian tersebut terjadi lagi kembali," kata Anugrah ditemui di rumahnya, Sabtu (26/12/2020).

Pihak PLTU Tenayan Raya bersama Camat Tenayan Raya, Indah Vidya Astuti, dan pihak TNI mendatangi rumah Sumiati. Mereka memberikan bantuan dan memberikan semangat agar Sumiati tetap sekolah dan semangat belajar.

"Kita bersama camat dan koramil kemarin untuk memberikan perhatian dan manfaat pada masyarakat ring 1 PLTU Tenayan, khususnya pada Sumiati ini. Sudah selayaknya kita saling membantu. Ketika ada musibah kita saling tolong-menolong," kata SPV Sekretariat dan Umum PLTU Tenayan Dimas Satriyo Hutomo.

Selain itu pihak PLTU juga memberikan fasilitas antar-jemput dan akomodasi kepada Sumiati dan keluarga untuk kontrol rutin pengobatan di rumah sakit. Diharapkan Sumiati dapat segera sembuh dan beraktivitas kembali seperti sediakala serta dapat melanjutkan sekolahnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:INews
Kategori:Kabar Bertuah, Warga Bertuah, Hukum, Kesehatan
wwwwww