Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
23 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
23 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
5
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

PKS: Syahganda Nainggolan Ditangkap, Langkah Awal Busukkan KAMI

PKS: Syahganda Nainggolan Ditangkap, Langkah Awal Busukkan KAMI
Politisi PKS, Nasir Djamil. (Istimewa)
Selasa, 13 Oktober 2020 14:15 WIB
JAKARTA - Syahganda Nainggolan ditangkap tim penyidik Bareskrim Mabes Polri lantaran diduga melakukan pelanggaran Undang Undang ITE.

Penangkapan Syahganda ini dikenal sebagai underbouw dari Gatot Nurmantyo.

Politisi PKS Muhammad Nasir Djamil menyampaikan adanya anggapan Syahganda merupakan underbouw dari Gatot Nurmantyo hanya sebatas spekulasi.

“Spekulasi di publik pasti begitu. Publik berpikir apakah menangkap dan menahan SN, merupakan langkah awal untuk membusukkan KAMI? semua orang, termasuk saya mungkin bisa berspekulasi seperti itu juga,” ujar Nasir, Selasa (13/10).

Legislator asal Aceh ini justru mempertanyakan penangkapan Syahganda Nainggolan yang kritis terhadap negara itu merupakan pembunuhan karakter penguasa atau tidak.

“Pertanyaannya apakah kritikan SN di media sosial membahayakan negara dan menghancurkan karakter penguasa? Justru para pengkritik harus diberi ruang dan kanal agar ada komunikasi dua arah yang saling memahami,” tegasnya.

“Kalau demokrasi dipertentangkan dengan peraturan perundangan yang ruwet,” tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen, GoNews Group
wwwwww