Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
22 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
20 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
22 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
40 menit yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Usulan Kaya Nikahi Miskin, Komisi VIII DPR: Anjuran yang Baik, Tapi Tak Bisa untuk Kebijakan

Usulan Kaya Nikahi Miskin, Komisi VIII DPR: Anjuran yang Baik, Tapi Tak Bisa untuk Kebijakan
Jum'at, 21 Februari 2020 17:16 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dalam suatu ceramah, Menko PMK Muhadjir Effendi memberikan usulan pada Menag Fachrul Razi untuk membuat fatwa orang kaya menikahi orang miskin.

Meski disampaikan sebagai intermezzo dalam ceramah, pernyataan tsb ternyata mengundang beragam respon. Anggota Komisi VIII DPR Selly Gantina tak urung juga memberikan pendapatnya.

"Saya rasa itu statement yang baik. Hanya perlu dicatat, itu anjuran saja. Bukan usulan kebijakan. Kalau dibahas jadi kebijakan ya pasti jadi perdebatan," ungkapnya saat ditemui di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (21/02/2020).

Politisi PDI Perjuangan ini juga menilai bahwa ranah tersebut bukan menjadi ranah yang harus diatur oleh Negara.

"Jodoh itu kan ditangan Tuhan, manusia seperti kita hanya berusaha. Masa mau diatur. Tidak pada tempatnya Negara masuk ke ranah privat sedalam itu," tambahnya.

Muhadjir sendiri di lain kesempatan sudah menyampaikan bahwa statementnya adalah intermezzo saja dari pidato panjang yang dia sampaikan.

"Fatwa bahasa Arabnya anjuran. Anjuran, saran. Silahkan saja (dimaknai)" kata Muhadjir.***

wwwwww