Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
3
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
4
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
5
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
5 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
6
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Home  /  Berita  /  Parlemen
Seminar Nasional Sewindu Partai Gerindra

Gerindra Tetap Tegaskan sebagai Oposisi Jokowi-JK

Gerindra Tetap Tegaskan sebagai Oposisi Jokowi-JK
Seminar Nasional Sewindu Partai Gerindra di Gedung Pustakaloka. (foto: daniel)
Senin, 15 Februari 2016 11:43 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Partai Gerindra menyatakan tetap akan menjadi oposisi pemerintah, dalam hal ini pemerintahan Jokowi -JK. Hal tersebut terungkap dalam Seminar Nasional yang mengambil tema "Amal Bakti Sewindu Partai Gerindra" dan 6 tahun Partai Gerindra di Ruang Pustakaloka, Gedung DPR, Senin (15/02/2016).

Wakil Ketua Komisi II DPR RI asal Gerindra Ariza Patria kepada Legislatif.co (GoNews Group) mengatakan, dalam seminar yang saat ini masih berlangsung, Partai Gerindra menegaskan tetap berada di luar pemerintah dan siap mengkritisi kebijakan pemerintah.

Menurut Ariza Patria, Partai Gerindra akan tetap menjadi oposisi yang setia mengkritisi kebijakan pemerintah jika tidak memihak terhadap kepentingan rakyat."Berada di luar pemerintahan bukan berarti membuat Gerindra lemah, justru semakin kuat di mata rakyat, karena menjadi bukti komitmen untuk tetap berjuang membela kepentingan rakyat," ungkap Ariza.

Politisi Gerindra itu menambahkan, menjadi oposisi walaupun sendiri, tidak masalah. Mengingat Gerindra telah terbiasa berjuang sendiri, asal demi kepentingan rakyat.

"Hanya Gerindra satu-satunya partai yang berani menolak revisi UU KPK sejak awal. Tidak hanya itu, saat pengesahan APBN 2016 beberapa waktu yang lalu, hanya Gerindra yang menolak penyertaan modal negara kepada BUMN sebesar Rp 34 triliun di dalam APBN 2016," tukas Riza.

Dalam seminar kali ini juga dihadiri Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan beberapa narasumber yang dikenal amat kritis terhadap beberapa kebijakan pemerintah, antara lain Ichsanuddin Noorsyi, Revisond Baswir, Marwan Batubara, Indriyanto Seno Adji, Yustinus Prastowo.

Dari pantauan Legislatif.co, Sejumlah pengurus dan anggota DPR dari Gerindra juga hadir. Adapun maksud tujuan diadakanya seminar ini, menurut Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menjelaskan, untuk memenangkan pemilu tahun 2019 nanti pihaknya perlu mendegar suara rakyat.

"Untuk mendapatkan kepercayaan rakyat di pemilu 2019 yang akan datang, kita perlu banyak mendengar dan merasakan apa kata rakyat. Seminar ini untuk menjaga konsistensi Partai Gerindra atas perjuangan-perjuangan tersebut," kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani saat memberikan sambuta pembukaan seminar.

Sementara terkait revisi UU KPK, Muzani menegaskan bahwa Gerindra konsisten menolak. Dalam seminar ini, sejumlah pakar diundang untuk menyampaikan pandangannya."Gerindra konsisten bahwa kita tidak setuju dengan revisi UU KPK. Ini dilakukan karena selama ini kita mendapat pandangan, titipan aspirasi banyak pihak bahwa UU itu tidak perlu direvisi," ungkap Ketua Fraksi Gerindra ini.***

wwwwww