Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
2
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
23 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
3
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
4
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
12 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
5
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Siap Debat Kebijakan Secara Terbuka, Kabinet Bayangan Masyarakat Sipil Diapresiasi Gibran

Siap Debat Kebijakan Secara Terbuka, Kabinet Bayangan Masyarakat Sipil Diapresiasi Gibran
Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka.
Rabu, 29 Juli 2026 15:47 WIB

JAKARTA - Kehadiran Kabinet Bayangan yang diinisiasi oleh kelompok masyarakat sipil, akademisi, dan pengamat politik direspons secara terbuka oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Inisiatif pengawasan masyarakat ini muncul akibat pandangan bahwa fungsi evaluasi oleh lembaga legislatif belum berjalan sebagaimana mestinya.

Kelompok masyarakat yang bertindak sebagai menteri bayangan tersebut diagendakan untuk menyusun kajian berbasis bukti empiris, bersikap nonpartisan, serta siap mendebat argumen para menteri resmi secara terbuka di hadapan publik.

Merespons dinamika politik tersebut, Gibran justru menyatakan apresiasinya terhadap langkah pengawasan yang melibatkan masyarakat luas.

"Saya juga menghormati setiap bentuk partisipasi masyarakat, termasuk pengamat, akademisi, awak media, serta inisiatif anak-anak muda dalam menyampaikan masukan maupun membentuk kabinet bayangan," urainya melalui keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Baginya, ruang untuk memberikan kritik dan mengawal jalannya roda pemerintahan merupakan hak warga negara yang dijamin di dalam sebuah negara demokrasi.

"Semua itu merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat," jelas mantan wali kota Solo tersebut.

Selama evaluasi dari masyarakat sipil itu disampaikan secara objektif, berorientasi pada penyelesaian masalah, dan didukung data, ia meyakini hal tersebut akan berdampak positif bagi perbaikan kinerja aparat negara.

"Karena tugas pemerintah adalah bekerja dengan lebih baik, mendengar lebih banyak, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inews.id
Kategori:Balai Kota
wwwwww