Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
19 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
18 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
20 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Home  /  Berita  /  Kampus

Belasan Petinggi Negara Menghadap Prabowo, Susun Kebijakan Kelautan

Belasan Petinggi Negara Menghadap Prabowo, Susun Kebijakan Kelautan
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 9 Maret 2026. (bpmi setpres/muchlis jr)
Selasa, 14 Juli 2026 09:30 WIB

JAKARTA - Respons cepat disiapkan pemerintah guna menekan biaya operasional nelayan di tanah air. Presiden, Prabowo Subianto langsung mengumpulkan jajaran kabinetnya ke rumah pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin malam (13/7/2026).

Koordinasi Lintas Sektor

Pertemuan yang mengupas ketersediaan energi ini dihadiri belasan menteri. Sinergi ini dibangun untuk memastikan kebijakan tepat sasaran langsung menyentuh masyarakat.

Pejabat negara yang hadir menghadap presiden antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto; Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia; Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; dan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Tampak pula Menteri Luar Negeri, Sugiono; Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin; Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani; Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi; Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto; Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita; serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan, Nusron Wahid.

Jajaran non-kementerian yang mengikut rapat mencakup Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya; Kepala BRIN, Arif Satria; dan Kepala BP BUMN, Dony Oskaria.

Fokus Bantuan Kapal Nelayan

Tujuan utama pemanggilan para menteri ini bermuara pada kesejahteraan pelaut.

"Salah satu agenda yang dibahas adalah terkait dengan harga bahan bakar minyak khusus untuk nelayan," papar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto sesuai siaran Sekretariat Presiden.

Aturan harga BBM khusus nelayan dirancang dengan dua skema pembagian batas ukuran:

  • BBM disalurkan seharga Rp 6.800 per liter bagi kapal nelayan di bawah 30 GT.
  • Harga ditetapkan sebesar Rp 15.000 per liter untuk kapal ukuran 30–200 gross ton (GT).

Atas arahan tersebut, proses teknis pengesahan akan dikebut dalam waktu dekat agar operasional nelayan terbantu.

"Kami akan segera membuat keputusan dari Kementerian ESDM untuk ditindaklanjuti," ungkap Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mematikan percepatan program tersebut. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:tempo.co
Kategori:Kampus
wwwwww