Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
14 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
17 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Kampus

Minta Perbedaan Politik tak Picu Pertikaian, Presiden Prabowo: Kita Ini Satu Keluarga

Minta Perbedaan Politik tak Picu Pertikaian, Presiden Prabowo: Kita Ini Satu Keluarga
Presiden Prabowo Subianto
Senin, 13 Juli 2026 12:12 WIB

JAKARTA - Seluruh organisasi politik di tanah air dinilai memiliki perpaduan karakter tokoh yang beragam, mulai dari yang berjiwa nasionalis hingga yang memiliki rekam jejak kurang baik. Oleh karena itu, masyarakat diminta bersikap dewasa dan tidak terpecah belah.

"Untuk apa kita bertikai? Kita ini satu keluarga apa pun latar belakang kita, apa pun suku kita, apa pun partai kita. Semua partai banyak patriot dan semua partai banyak bajingannya juga," tegas Presiden RI, Prabowo Subianto saat berpidato pada Ahad (12/7/2026).

Seruan Jauhi Sifat Caci Maki

Berbicara di atas podium kehormatan, Ketua Umum Partai Gerindra ini menekankan pentingnya menghidupkan kembali tradisi saling memaafkan di tengah perbedaan pandangan demi menjaga stabilitas nasional.

"Jangan ikut-ikut budaya caci maki, dengki, budaya curiga," urai Prabowo di hadapan para peserta acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang diselenggarakan di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, kawasan Senayan, Jakarta.

Interaksi Spontan dengan Menteri Abdul Mu'ti

Pidato formal tersebut sempat mencair ketika pemimpin negara secara terbuka meminta pendapat dari otoritas pendidikan yang hadir mengenai diksi 'bajingan' yang diucapkannya.

  • * Dialog Khusus: "Presiden boleh ngomong bajingan enggak? Boleh? Aku enggak tanya kalian, aku tanya Menteri Pendidikan," tanya Prabowo seraya mengarahkan telunjuknya.
  • * Respon Pejabat: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti yang menjadi pusat perhatian langsung berdiri dari kursinya sambil tertawa.
  • * Visual Panggung: Momen keakraban tersebut langsung tertangkap oleh rekaman kamera dan ditayangkan secara jelas pada layar lebar di sisi kanan dan kiri panggung.

Kepala negara kemudian menegaskan bahwa penggunaan kata tersebut murni bagian dari dinamika retorika panggung untuk mengekspresikan semangat membara, bukan untuk merendahkan pihak tertentu.

"Boleh enggak? Ini kan tidak termasuk kasar. Bajingan, ya, bajingan. Bajingan bahasa apa itu? Bahasa Betawi, ya," ungkapnya.

Latar belakang daerah asal diakui menjadi penyebab mengalirnya istilah-istilah khas tersebut secara natural saat memotivasi masyarakat banyak.

"Saya lahir Betawi, jadi maaf kalau saya semangat, kata-kata Betawi keluar. Sorry ye. Ini hari jadi koperasi atau sudah mulai kampanye ini?" guraunya menutup sesi penyampaian arahan pada Ahad kemarin. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:tempo.co
Kategori:Kampus
wwwwww