Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
23 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
21 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
23 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
2 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  Cendekia

Buntut Masalah Keuangan PT Pos Indonesia Parlemen Minta Audit Total

Buntut Masalah Keuangan PT Pos Indonesia Parlemen Minta Audit Total
Ilustrasi (net)
Senin, 06 Juli 2026 17:22 WIB

JAKARTA – Kasus tata kelola keuangan di PT Pos Indonesia menarik perhatian serius parlemen. Komisi VI DPR RI mendesak Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk tidak hanya berhenti pada investigasi di PT Pos, tetapi juga melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh BUMN demi mencegah praktik maladministrasi yang merugikan negara.

Audit Menyeluruh untuk Integritas BUMN

Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto menilai bahwa pengawasan ketat terhadap aset negara adalah harga mati. Evaluasi yang dilakukan Danantara dianggap sebagai instrumen tepat untuk memperbaiki tata kelola perusahaan pelat merah.

"Proses evaluasi seperti ini merupakan langkah yang tepat dan perlu terus diperkuat," tegas Firnando, Minggu (5/7/2026).

Tindak Lanjut Investigasi Danantara

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas memaparkan bahwa pihaknya menemukan berbagai indikasi penyimpangan keuangan setelah melakukan due diligence di PT Pos Indonesia. Investigasi kini terus berlanjut untuk menuntaskan temuan tersebut.

"Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku," ungkap Rohan.

Pihak Danantara berkomitmen tidak akan memberi toleransi pada tindakan yang melanggar hukum dan tata kelola perusahaan yang baik.

Transformasi dengan Budaya Bersih

Firnando berharap transformasi BUMN ke depan tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga pada penguatan budaya integritas. Transparansi dalam pengelolaan anggaran menjadi poin yang sangat ditekankan oleh Komisi VI DPR RI.

"BUMN mengelola aset dan uang rakyat, sehingga setiap kebijakan dan pengelolaannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, profesional, dan akuntabel," paparnya.

DPR RI melalui Komisi VI akan terus memantau perkembangan audit ini guna memastikan tidak ada kebocoran anggaran di masa mendatang.

"Kami akan terus memantau dan mengawasi kinerja Danantara serta seluruh BUMN agar tata kelola perusahaan negara semakin baik dan persoalan serupa tidak terulang di kemudian hari," tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Cendekia
wwwwww