Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
22 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
22 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
3
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
6
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Gelanggang
3 jam yang lalu
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Penebusan Manis di Praha, Putra Tri Ramadani Sabet Emas Usai Kegagalan di Slovenia

Penebusan Manis di Praha, Putra Tri Ramadani Sabet Emas Usai Kegagalan di Slovenia
Atlet panjat tebing Putra Tri Ramadani cetak sejarah jadi orang Indonesia pertama peraih emas nomor lead di ajang World Climbing Series Praha 2026. (Foto: Unhas)
Senin, 08 Juni 2026 09:14 WIB

JAKARTA - Kerja keras atlet berusia 20 tahun asal Kediri, Jawa Timur, Putra Tri Ramadani akhirnya terbayar lunas. Pemanjat andalan Indonesia yang akrab disapa Srondeng ini sukses merajai nomor lead dan merebut medali emas di ajang bergengsi World Climbing Series seri Praha 2026, Ceko, Senin (8/6/2026) dini hari WIB.

Rute Menguras Tenaga di Partai Puncak

Berdasarkan rilis resmi PP FPTI, Putra berhasil mengukir skor final 43. Angka tersebut membawanya keluar sebagai kampiun usai mengalahkan tujuh pemanjat elite dunia dalam partai puncak yang sangat menguras ketahanan fisik.

"Ini adalah final kedua saya dan emas pertama. Tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit, terutama di bagian atas sampai tangan saya pump (kelelahan mencengkeram)," terang Putra.

Posisi kedua klasemen akhir dihuni oleh pemanjat asal Jepang, Neo Suzuki yang mengantongi medali perak dengan perolehan skor 39. Selanjutnya, wakil Austria, Jakob Schubert melengkapi jajaran podium dengan medali perunggu berbekal torehan skor 37.

"Srondeng membuat sejarah," sambung Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro yang dihubungi dari Jakarta.

Bangkit dari Semifinal dan Catatan Masa Lalu

Perjuangan berat harus dilewati Putra sejak awal kompetisi. Di babak semifinal, ia sempat tertahan di peringkat ketiga dengan skor 37+. Catatan tersebut berada tipis di bawah keunggulan duo pemanjat Jepang, Sorato Anraku serta Neo Suzuki yang mendominasi dengan torehan skor 38+.

Kemenangan epik di Praha ini sekaligus menghapus memori buruk saat ia bertanding di World Climbing Series seri Koper, Slovenia, September 2025. Dalam ajang tersebut, ia hanya mampu menempati peringkat keenam setelah mencatatkan skor 40+.

Meski kini telah memegang status sebagai juara dunia, atlet muda ini tetap menyadari beberapa kekurangan yang harus terus ia perbaiki.

"Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi," ungkapnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Gelanggang
wwwwww