Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
2
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
18 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
3
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
4
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
17 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Belasan Jam Gelap Gulita Warga Bukittinggi Keluhkan Padamnya Listrik dan Sinyal

Belasan Jam Gelap Gulita Warga Bukittinggi Keluhkan Padamnya Listrik dan Sinyal
Mati listrik serentak terjadi di sejumlah wilayah Aceh hingga Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat (22/5/2026). (Dok. Istimewa)
Minggu, 24 Mei 2026 18:00 WIB

BUKITTINGGI - Masyarakat Kota Bukittinggi, Sumatra Barat harus melewati malam panjang akibat pemadaman listrik massal yang berlangsung hingga belasan jam. Tidak hanya kehilangan sumber penerangan, warga juga kesulitan mendapatkan informasi lantaran jaringan internet seluler ikut terputus.

Warga Bukittinggi, Putri menceritakan pengalaman keluarganya saat menghadapi situasi tersebut. Aliran listrik di permukimannya terputus sejak Jumat (22/5/2026) petang dan baru kembali menyala keesokan harinya.

"Barusan baru hidup di jam 10.15 tadi, aku di Bukittinggi. Hampir 15 jam mati listrik, dari jam 18.44 sampai jam 10.15," kata Putri kepada Liputan6.com, Sabtu (23/5/2026).

Putri memaparkan bahwa komunikasi menjadi kendala utama selama pemadaman terjadi. Sinyal ponsel baru bisa diakses kembali menjelang waktu subuh.

"Jaringan ponsel pun sempat hilang sinyal sampai jam 3 pagi," ujarnya.

Kondisi lingkungan yang gelap gulita membuat Putri dan keluarganya memilih untuk tetap berdiam diri di dalam rumah demi alasan keselamatan.

"Aku sih enggak keluar ya. Soalnya mau kemana pun semuanya gelap gulita. Lagian juga udah malam agak khawatir juga ninggalin rumah," tuturnya.

Untuk menyiasati ketiadaan sumber cahaya, ia hanya bisa mengandalkan penerangan seadanya dari lilin, terlebih ada anggota keluarga yang sudah lanjut usia.

"Soalnya mendadak jadi cuma ada lilin. Ada beberapa orang di rumah salah satunya lansia," ucapnya.

Menjelang siang, pasokan daya akhirnya kembali normal yang langsung disambut rasa lega oleh warga terdampak.

"Sudah pulih kak Alhamdulillah," sambungnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Warga Bertuah, Binawidya, Lima Puluh
wwwwww