Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
21 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
20 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
21 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Menpora Erick Sebut Transformasi SEA Games Tingkatkan Nilai Jual

Menpora Erick Sebut Transformasi SEA Games Tingkatkan Nilai Jual
Menpora Erick Thohir bersama Menteri Olahraga Negara Asia Tenggara dalan acara SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026. (Foto: Kemenpora)
Senin, 04 Mei 2026 22:12 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BALI - Kehadiran Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, dalam SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026  membawa misi penting menyampaikan gagasan besar mengenai transformasi penyelenggaraan SEA Games. 

Menpora Erick menilai Pesta olahraga Asia Tenggara dua tahunan ini, sudah seharusnya bermakna lebih dari sekadar pertandingan untuk perebutan medali semata, namun menjadi bagian dari mekanisme untuk mengontrol pembinaan prestasi para atlet, sekaligus sebagai ajang mematangkan persiapan mereka untuk tampil di ajang internasional yang lebih tinggi.

Menpora Erick melihat SEA Games sebagai aset regional yang berpotensi menyumbangkan peran signifikan untuk menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong perekonomian, meningkatkan prestasi para atlet kebanggaan dan mempererat persatuan antar negara.

“SEA Games adalah multi-sport event terbesar di Asia Tenggara. Ajang ini memiliki sejarah, dikenal luas dan semua negara di kawasan ini berpartisipasi. Sudah sepantasnya ajang ini menjadi aset berharga di bidang olahraga yang kita miliki bersama,” ujar Menpora Erick di Bali Beach Convention Center, The Meru Hotel, Senin (5/4/2026).

Namun kenyataannya, SEA Games selama ini terkesan menjadi panggung bagi tuan rumah penyelenggara untuk menasbihkan diri sebagai juara umum. Cabang olahraga (cabor) atau nomor olahraga yang dipertandingkan pun tak selalu berpatokan pada cabor dan nomor yang dipertandingkan di Olimpiade.

Berbeda dengan Asian Games atau Olimpiade yang setiap penyelenggaraannya selalu menyedot perhatian masyarakat dari berbagai belahan dunia, baik dari rating televisi, tren di konten digital maupun dari segi pendapatan, SEA Games cenderung tak mengalami perkembangan berarti pada sektor tersebut.

Hal ini menggugah Menpora Erick untuk menyatakan bahwa struktur pertandingan yang konsisten, pengelolaan yang transparan dan perencanaan komersial jangka panjang menjadi kunci transformasi SEA Games menjadi lebih baik.

“Saya sangat menyadari bahwa pelaksanaan SEA Games ada di bawah struktur yang berbeda, bukan langsung diatur oleh kementerian olahraga di negara ASEAN. Meskipun begitu, kondisi ini tidak membatasi peran kita. Sebagai Menteri yang membawahi pemuda dan olahraga, kita bertanggung jawab untuk membentuk masa depan olahraga di regional tempat kita berada. Untuk menentukan arah dan tujuan, kita harus menyatukan kerangka berpikir dan meningkatkan nilai jual SEA Games dalam jangka panjang,” ujar Menpora Erick.

Demi meningkatkan nilai SEA Games, Menpora Erick pun mengusulkan ajang ini menjadi tangga menuju Asian Games dan Olimpiade, sehingga cabang olahraga dan nomor yang dipertandingkan dalam SEA Games harus didominasi oleh cabor dan nomor Olimpiade, agar jelas tolok ukurnya. Tentu cabor muatan lokal tidak sepenuhnya dihilangkan, namun disesuaikan jumlahnya.

Gayung bersambut, ide Menpora Erick pun mendapat persetujuan dari delegasi yang hadir. Mereka menilai sudah saatnya SEA Games menjadi arena yang menyaring calon juara dunia asal Asia Tenggara.

Menteri Olahraga Filipina, John Patrick Gregorio menyatakan dengan jelas dukungannya untuk ide ini. Ia merasa bahwa nilai ekonomi dari SEA Games akan meningkat seiring dengan peningkatan kualitas atlet yang bertanding.

Acting Minister, Ministry of Culture, Community and Youth Singapore, DavidNeo Chin Wee, menyampaikan bahwa Singapura mendukung niat Menpora Erick untuk melakukan transformasi, karenna selama ini negaranya memang konsisten mengirim atlet yang mumpuni di cabang Olimpiade.

Vietnam yang diwakili Duta besar Vietnam untuk Indonesia, Ta Van Thong yakin bahwa hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengangkat nama SEA Games dan meningkatkan kualitasnya sehingga menjadi ajang pencetak juara asal ASEAN.

Sementara Laos yang mengirim Wakil Menteri Pendidikan dan Olahraga, Kingmano Phommahaxay, menyerukan untuk membuat tim ad hoc sebagai tindak lanjut dari ide Menpora Erick ini.

Untuk menguatkan misi transformasi SEA Games, maka para delegasi juga sepakat mencantumkannya dalam Bali Declaration (Deklarasi Bali) yang menjadi hasil dari SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026.***

wwwwww