Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
23 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
21 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
23 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
2 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  Cendekia

DPR Turun Tangan Kawal Hilangnya Uang Umat Rp28 Miliar di Sumatera Utara

DPR Turun Tangan Kawal Hilangnya Uang Umat Rp28 Miliar di Sumatera Utara
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian (Foto: istimewa)
Sabtu, 18 April 2026 12:54 WIB

JAKARTA - Raibnya dana tabungan senilai Rp28 miliar milik jemaat Katolik Paroki Aek Nabara, Sumatera Utara, memicu reaksi keras dari parlemen. Wakil rakyat mendesak pihak perbankan segera mengganti kerugian materiil yang dialami masyarakat akibat ulah oknum mantan pegawai mereka.

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian, langsung menghubungi pucuk pimpinan Bank BNI untuk meminta pertanggungjawaban institusi. Ia menekankan agar perusahaan tidak lepas tangan atas kelalaian sistem pengawasan internal yang merugikan nasabah.

"Saya berkesempatan berbicara dengan Direktur Utama Bank BNI, meminta untuk betul-betul menyelesaikan permasalahan ini, dan saya mengapresiasi Bank BNI akan bertanggung jawab dan mencari solusi terbaik terkait permasalahan tersebut," ungkap Kawendra, Sabtu (18/4/2026).

Kejahatan finansial ini berdampak langsung pada terhambatnya pembangunan fasilitas pendidikan bagi masyarakat setempat. Dana puluhan miliar tersebut sejatinya dikumpulkan secara swadaya oleh jemaat melalui Credit Union Paroki Aek Nabara untuk merealisasikan sekolah impian warga.

Skema penipuan ini dijalankan sejak tahun 2019 oleh mantan Kepala Kantor Kas BNI Aek Nabara, Andi Hakim Febriansyah. Tersangka memanipulasi pengurus gereja dengan menawarkan program investasi palsu bertajuk BNI Deposito Investment yang diklaim sebagai layanan resmi dengan imbal hasil hingga 8 persen per tahun.

Dalam melancarkan aksinya, tersangka memperdaya korban agar menandatangani formulir penarikan kosong untuk menguras uang nasabah. Ia juga mencetak bilyet deposito palsu dan rutin mengirimkan sejumlah dana setiap bulan ke rekening gereja untuk menyamarkan pencurian tersebut seolah-olah sebagai pembayaran bunga.

Praktik manipulasi ini baru terbongkar bulan Februari 2026 silam saat pihak gereja hendak menarik dana sebesar Rp10 miliar untuk memulai tahap pembangunan sekolah. Proses pencairan terus dipersulit dengan dalih yang tidak masuk akal, hingga akhirnya kepala kas yang baru bertugas memastikan bahwa produk investasi tersebut tidak pernah terdaftar di sistem perbankan.

Mengetahui kebohongannya terungkap, tersangka sempat melarikan diri bersama istrinya ke Australia. Pelarian tersebut akhirnya kandas setelah aparat penegak hukum menciduknya saat tiba di Bandara Kualanamu, Senin (30/3/2026). Tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya memalsukan dokumen dan menggelapkan dana masyarakat ke rekening pribadi.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Kampus, Cendekia, Binawidya
wwwwww