Krisis Timur Tengah Dorong Malaysia Bangun Pembangkit Tenaga Nuklir
![]() |
| Malaysia (Foto: Unsplash / Esmonde Yong) |
Kebijakan strategis ini masuk dalam Rencana Malaysia Ketigabelas (13MP) di bawah kendali Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Keputusan beralih ke energi nuklir diambil guna melindungi negara dari ancaman krisis bahan bakar fosil yang harganya rentan melambung akibat konflik bersenjata dan gangguan jalur distribusi internasional.
"Dunia sedang tidak menentu. Ketegangan di Timur Tengah hingga gangguan di Selat Hormuz telah mengacak-acak pasar energi. Malaysia tidak boleh tinggal diam," tegas Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri PETRA Malaysia, Fadillah Yusof, Minggu (29/3/2026).
Tenaga nuklir dinilai sebagai solusi ideal karena mampu menghasilkan daya baseload yang stabil secara berkelanjutan dan nyaris tanpa emisi karbon. Guna menjamin kelayakan proyek dengan standar keamanan tertinggi, pemerintah memberikan mandat operasional kepada MyPOWER Corporation sebagai Organisasi Pelaksana Program Tenaga Nuklir (NEPIO).
Lembaga khusus tersebut memikul tugas krusial untuk menyusun kerangka hukum pelindung, mencetak sumber daya manusia unggul, serta menguji teknologi bersama industri raksasa. Seluruh proses ini merujuk pada standar ketat yang ditetapkan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Manuver Malaysia dalam merespons krisis global ini turut memicu dinamika perlombaan energi bersih di Asia Tenggara. Saat ini, Filipina menargetkan kapasitas 4.800 megawatt pada 2050 dan Vietnam kembali mengaktifkan rencana nuklir nasionalnya. Sementara itu, Indonesia sedang mengeksplorasi teknologi small modular reactor (SMR) terapung untuk direalisasikan tahun 2030. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Kuliner |











