Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
9 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Home  /  Berita  /  Cendekia

Nekat! Mabuk Sabu, Kurir di Asahan Tenteng Tas Berisi 15 Kg Heroin

Nekat! Mabuk Sabu, Kurir di Asahan Tenteng Tas Berisi 15 Kg Heroin
ilustrasi heroin. (Sumber: aa.com.tr)
Rabu, 18 Februari 2026 06:39 WIB

ASAHAN – Aksi nekat Okto Jefri Sihombing (42) berakhir di tangan tim Bareskrim Polri. Warga Kisaran Timur ini diringkus saat membawa tas berisi 15 kilogram heroin di Jalan Lintas Tanjung Balai-Asahan, Senin (16/2/2026) malam, dalam kondisi di bawah pengaruh narkoba.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut pelaku berperan sebagai kurir yang bertugas menjemput barang haram dari Tanjung Balai untuk diantar ke Simpang Kawat, Kisaran.

"Peran Okto Jefri Sihombing sebagai penjemput dan pengantar narkotika jenis heroin," ujar Eko dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/2/2026).

Saat disergap tim Subdirektorat IV Dittipidnarkoba, petugas menemukan 15 bal heroin yang disembunyikan dalam tas abu-abu. Ironisnya, hasil tes urine menunjukkan Okto positif mengonsumsi sabu saat menjalankan aksi kriminalnya. Kondisi serupa ditemukan pada Ali Syahbana, tukang ojek yang membonceng pelaku, yang dinyatakan positif menggunakan sabu dan ganja.

Dari pengakuan tersangka, paket bernilai miliaran rupiah itu merupakan pesanan seorang pria bernama Habib. Sosok misterius ini diduga mengendalikan jaringan peredaran heroin di wilayah Sumatera Utara dari balik layar.

Selain menyita 15 kg heroin, polisi turut mengamankan satu unit sepeda motor Honda Scoopy BK 6216 QAI dan ponsel Vivo yang digunakan sebagai alat komunikasi transaksi. Kini, polisi tengah memburu keberadaan Habib dan mendalami asal-usul masuknya heroin dalam jumlah besar tersebut.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Cendekia
wwwwww