Oplos Susu Pakai Deterjen dan Pupuk, Pabrik Ilegal di India Akhirnya Digerebek
![]() |
| Foto: Food NDTV |
JAKARTA – Sebuah skandal besar di industri pangan terungkap setelah otoritas keamanan pangan India membongkar praktik produksi susu sintetis yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Pabrik ilegal tersebut terbukti mencampur susu asli dengan bahan-bahan ekstrem seperti deterjen, pupuk urea, hingga soda kaustik untuk mengejar keuntungan berlipat.
Penggerebekan dilakukan oleh Food Safety and Standards Authority of India (FSSAI) bersama kepolisian setempat di distrik Sabarkantha pada Minggu (8/2/2026). Pabrik bernama Shree Satya Dairy Products itu diketahui telah menipu konsumen selama hampir lima tahun dengan mendistribusikan susu maut ke wilayah Sabarkantha hingga Mehsana.
Modus operandi yang dijalankan pelaku sangat memprihatinkan. Mereka hanya menggunakan 300 liter susu murni sebagai "pancingan" untuk memproduksi hingga 1.800 liter susu imitasi. Agar cairan tersebut memiliki tekstur, warna, dan kadar protein yang tampak normal, pelaku mencampurkannya dengan minyak kelapa sawit, minyak kedelai, bubuk whey, susu skim, hingga bahan kimia industri.
"Susu palsu dibuat dengan mencampur sedikit susu dengan bahan seperti deterjen, pupuk urea, soda kaustik," tulis laporan otoritas keamanan pangan yang dilansir dari Food NDTV.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan menyita sedikitnya 1.962 liter susu palsu dan 1.100 liter buttermilk oplosan. Petugas mengambil langkah tegas dengan memusnahkan 1.370 liter produk berbahaya langsung di lokasi guna memutus rantai peredaran sebelum sampai ke tangan masyarakat.
Pihak berwenang kini telah menyegel pabrik tersebut dan mengirimkan sampel ke laboratorium untuk meneliti dampak racun dari bahan-bahan kimia yang digunakan. Penyelidikan terus dikembangkan untuk melacak jaringan distribusi serta pihak-pihak yang terlibat dalam rantai produksi susu ilegal ini.
Masyarakat pun diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah tergiur oleh produk susu dengan harga murah yang tidak jelas asal-usulnya, demi menghindari risiko kesehatan yang fatal.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | detik.com |
| Kategori | : | Warga Bertuah |











