Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
18 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Oplos Susu Pakai Deterjen dan Pupuk, Pabrik Ilegal di India Akhirnya Digerebek

Oplos Susu Pakai Deterjen dan Pupuk, Pabrik Ilegal di India Akhirnya Digerebek
Foto: Food NDTV
Selasa, 10 Februari 2026 07:06 WIB

JAKARTA – Sebuah skandal besar di industri pangan terungkap setelah otoritas keamanan pangan India membongkar praktik produksi susu sintetis yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Pabrik ilegal tersebut terbukti mencampur susu asli dengan bahan-bahan ekstrem seperti deterjen, pupuk urea, hingga soda kaustik untuk mengejar keuntungan berlipat.

Penggerebekan dilakukan oleh Food Safety and Standards Authority of India (FSSAI) bersama kepolisian setempat di distrik Sabarkantha pada Minggu (8/2/2026). Pabrik bernama Shree Satya Dairy Products itu diketahui telah menipu konsumen selama hampir lima tahun dengan mendistribusikan susu maut ke wilayah Sabarkantha hingga Mehsana.

Modus operandi yang dijalankan pelaku sangat memprihatinkan. Mereka hanya menggunakan 300 liter susu murni sebagai "pancingan" untuk memproduksi hingga 1.800 liter susu imitasi. Agar cairan tersebut memiliki tekstur, warna, dan kadar protein yang tampak normal, pelaku mencampurkannya dengan minyak kelapa sawit, minyak kedelai, bubuk whey, susu skim, hingga bahan kimia industri.

"Susu palsu dibuat dengan mencampur sedikit susu dengan bahan seperti deterjen, pupuk urea, soda kaustik," tulis laporan otoritas keamanan pangan yang dilansir dari Food NDTV.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan menyita sedikitnya 1.962 liter susu palsu dan 1.100 liter buttermilk oplosan. Petugas mengambil langkah tegas dengan memusnahkan 1.370 liter produk berbahaya langsung di lokasi guna memutus rantai peredaran sebelum sampai ke tangan masyarakat.

Pihak berwenang kini telah menyegel pabrik tersebut dan mengirimkan sampel ke laboratorium untuk meneliti dampak racun dari bahan-bahan kimia yang digunakan. Penyelidikan terus dikembangkan untuk melacak jaringan distribusi serta pihak-pihak yang terlibat dalam rantai produksi susu ilegal ini.

Masyarakat pun diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah tergiur oleh produk susu dengan harga murah yang tidak jelas asal-usulnya, demi menghindari risiko kesehatan yang fatal.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww