Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
2
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
19 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
3
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
4
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
18 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Home  /  Berita  /  Cendekia

Skandal Laptop Kemendikbudristek, Saksi Ungkap Tekanan Mental di Balik Proyek Chromebook

Skandal Laptop Kemendikbudristek, Saksi Ungkap Tekanan Mental di Balik Proyek Chromebook
Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat SD Kemendikbudristek Bambang Hadi Waluyo dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Selasa, 10 Februari 2026 08:40 WIB

JAKARTA – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek mengungkap fakta mengejutkan mengenai tekanan yang dialami para pejabat di bawah kepemimpinan Nadiem Makarim. Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat SD, Bambang Hadi Waluyo, mengaku memilih mundur karena mengalami guncangan psikis hingga jatuh sakit saat menangani proyek triliunan tersebut.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (10/2/2026), Jaksa Penuntut Umum membongkar isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Bambang yang menyebutkan dirinya sempat mengalami lonjakan gula darah dan kondisi tubuh yang sempoyongan. Tekanan ini muncul karena ia merasa ada keganjilan pada spesifikasi produk yang tidak sesuai dengan hasil kajian awal.

“Saya khawatir akan terjadi masalah besar. Dari spek yang sebelumnya sudah dikaji, ternyata ketika di lapangan detailnya berbeda,” ujar Bambang di hadapan majelis hakim.

Bambang menjelaskan, beban pikirannya semakin berat karena pengadaan perangkat berbasis Chrome ini sangat berbeda dengan proyek fisik sekolah yang biasa ia tangani. Selain faktor teknis, ia mengungkap adanya peran Muhammad Ihsan, seorang konsultan non-PNS, yang justru melakukan intimidasi alih-alih memberikan bantuan teknis.

“Jadi karena ini, saya jadi enggak bisa tidur. Saya kepikiran. Saya sakit. Saya mengundurkan diri,” ungkap Bambang yang akhirnya melepas jabatan sebelum proyek tersebut rampung.

Dalam dakwaan jaksa, Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim bersama tiga terdakwa lainnya dituding menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 2,1 triliun. Nadiem diduga menyalahgunakan kewenangan dengan mengarahkan kajian agar memihak pada produk teknologi tertentu yang menguntungkan pihak luar.

Atas tindakan tersebut, Nadiem didakwa memperkaya diri sendiri senilai Rp 809 miliar yang dikaitkan dengan investasi perusahaan teknologi global ke perusahaan miliknya. Para terdakwa kini terancam hukuman berat berdasarkan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Cendekia
wwwwww