Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
19 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
22 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Keuangan

Ekonomi Indonesia Solid, Lembaga Keuangan Kucurkan Rp9.540 Triliun untuk Pembangunan

Ekonomi Indonesia Solid, Lembaga Keuangan Kucurkan Rp9.540 Triliun untuk Pembangunan
Ilustrasi (net)
Jum'at, 06 Februari 2026 08:30 WIB

JAKARTA – Sektor jasa keuangan Indonesia menunjukkan taringnya di tengah ketidakpastian kebijakan global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kontribusi pembiayaan pembangunan nasional mencapai angka fantastis sebesar Rp9.540 triliun sepanjang 2025, dengan sektor perbankan sebagai motor penggerak utama.

Kredit perbankan tercatat tumbuh sebesar 9,53 persen, yang menjadi modalitas penting bagi keberlanjutan ekonomi nasional. Kondisi fundamental yang solid ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu menyentuh angka 5,11 persen pada tahun lalu.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa capaian ini adalah bukti resiliensi industri keuangan dalam negeri. Berbagai program prioritas pemerintah terbukti efektif menjadi mesin penggerak roda ekonomi.

"Kontribusi pembiayaan pembangunan oleh lembaga jasa keuangan mencapai Rp9.540 triliun, utamanya kredit perbankan yang tumbuh 9,53 persen. Indikator likuiditas, profil risiko, dan solvabilitas industri jasa keuangan terpantau solid," ujar Friderica dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan OJK, Kamis (5/2/2026).

Friderica menjelaskan bahwa kapasitas besar sektor keuangan ini akan terus diarahkan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 yang diproyeksikan mencapai 5,4 persen. Meski tantangan geopolitik dan geoekonomi global meningkat, sinergi antara Kemenko Perekonomian, Kemenkeu, Bank Indonesia, dan LPS dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tetap terjaga kuat.

Menghadapi tahun 2026, OJK akan berfokus pada penguatan ketahanan industri, termasuk agenda pemenuhan modal minimum agar lembaga keuangan lebih kompetitif. Selain itu, pengembangan ekonomi syariah dan proses spin off bagi lembaga yang memenuhi kriteria terus didorong.

"Sektor jasa keuangan juga diperkuat melalui penyempurnaan tata kelola dan manajemen risiko, termasuk pengelola risiko terhadap ancaman cyber yang semakin kompleks dan canggih," tambahnya.

OJK kini juga mulai mengadopsi teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan (AI) untuk pengembangan pengawasan terintegrasi. Hal ini dilakukan guna memastikan infrastruktur pelaporan tetap akurat di tengah arus modal global yang semakin dinamis.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:bisnis.com
Kategori:Pasar & Niaga, Keuangan
wwwwww